Let The World Know, The First Deaf Cafe in Indonesia!

Tempat tongkrongan anak muda zaman sekarang, kalau ngga di mall, ya di cafe, tetapi ngga tau deh ya mungkin ada yang punya tempat tongkrongan di puncak gunung, tepi sungai, atau tengah-tengah kuburan?? hehe *abaikan*. Kalau ngomongin tentang cafe.. duh udah menjamur lah ya, selain buat tempat tongkrongan anak muda, tempat buat makan juga dong. Proses menggendutkan perut dan mengosongkan isi dompet banget itu hahaha. Kalo aku sih.. lebih milih ngegelendot di kasur aja deh..! enak, empuk, ga bikin pegel, plus isi dompet terlindungi!!!😀

 

 

Saking menjamurnya cafe-cafe di Indonesia, tetapi hanya sedikiiiiit banget yang memiliki keunikan tersendiri. NAH! contohnya cafe yang satu ini, guys~~! ululululululu~

 

 

Ada yang tau deaf cafe? anyone? no one??? hayoooo, kalo belum tau, kalian harus cek-cek deh cafe unik yang satu ini. Cafe ini khusus mempekerjakan orang-orang yang pendengarannya kurang alias deaf alias tuna rungu, nama cafenya adalah Fingertalk Cafe. Berlokasi di Jl. Pinang no. 37, Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan. Cari aja di google maps, pasti ketemu deh lokasinya.

 

FT maps

Tuh kan, langsung nampang di google maps! 😀

Pengalamanku pas pergi ke Fingertalk Cafe, rumahku padahal sama-sama di Tangerang ya (tapi Tangerang kabupaten, deket-deket lipo lah), berangkat dari rumah entah jam setengah 8 atau jam 8, pas nyampe….. sekitaran jam setengah 10 kali ya -_- astaga. Kurang travel friendly itu tempatnya sih hahahaha. Rada mojok-mojok, lewat jalan meliuk-liuk mirip banget di puncak dah, belum lagi medan tempurnya eh maksudnya jalanannya itu.. masih ada yang dalam perbaikan sana-sini. Bahasa singkatnya sih, bisa diartikan kurang strategis ya. Kekurangannya itu aja sih. Kalau suasananya… bener-bener ibarat masuk rumah deh. Adem, nyaman, tempatnya luas, tempat parkiran juga pasti ada dong.

IMG-20160323-WA0002

IMG-20160323-WA0001

IMG-20160323-WA0003

IMG-20160417-WA0009

IMG-20160417-WA0010

IMG-20160323-WA0000

Ini yang jadi kokinya teman-teman kita yang deaf loh guys! keren ya mereka! semua staff yang dipekerjakan di Fingertalk Cafe ini deaf semua loh! tetapi mereka ramah-ramah, sopan, cantik-cantik dan ganteng-ganteng :p hahaha

IMG-20160323-WA0004

aiiihh.. bikin ngilerrr inii hahaha ^_^ langsung scroll ke bawah aja ya sebelum air liur kalian menenggelamkan Indonesah :v

Siapa pelopor alias orang yang ngasih tau tentang cafe unik yang satu ini?? siapa lagi kalo bukan papah gueh yang keceh :v *pah, lambaikan tangan*. Awalnya karena hubungan bisnis, ujung-ujungnya nge-whatsapp aku deh.. pamer-pamer habis dari cafe -_- ye lah, terserah kau pah -_- dan gue juga langsung kepincut lagi, kepo-kepo pengen ke cafe itu :p

IMG-20160417-WA0006

Kiri itu yang cowok (iyalah cowok) papah ku, entah cengar-cengir karena habis makan di cafe atau karena mau godain anaknya ya pamer-pamer gitu hahaha. Yang dikanan itu ibu-ibu siapa?? yang jelas bukan ibu ku loh ya, nanti aku akan cerita lebih lanjut di bawah~!

Jadi, sobat, papahku itu memang lagi ada hubungan bisnis dengan ibu dari pemilik Fingertalk Cafe. Nah, ibu-ibu di foto yang di atas itu noh ya, yang putih, cantik, keceh, dan ramah itu, namanya ibu lisma. Si ibu ini lagi mempersiapkan hadiah yang is-ti-me-wah buat anaknya, si pemilik Fingertalk Cafe. So, bu Lisma ini pakai jasa desain papahku deh, cerita lebih lanjut nanti ya. Oh ya, pemilik cafe ini namanya adalah Dissa Syakina Ahdanisa atau yang ku panggil dengan sebutan kak Dissa.

IMG-20160417-WA0002

Ini si ibu cantik lagi asyik makan. Bagi dong buuu :”D bikin ngiler aja nih makanannya enak-enak sih!! :3

Mau tau lebih lanjut tentang pemilik Fingertalk Cafe?

010673400_1456226157-DSCN5750

Ini dia kaka Dissa! kakak yang cantik, baik hati, ramah, pinter bergaul, dan care banget dengan sahabat-sahabat kita yang deaf. Kalau di game The Sims sih, kak Dissa ini kemampuan sosialnya oke banget ya, bisa jadi friends of the world❀

Berikut ini sedikit cuplikan tentang kak Dissa, sumber dari next enterpreneurs blog :

Dissa Syakina Ahdanisa adalah seoraang gadis berumur 25 tahun alumnus Universitas New South Wales, Australiajurusan perbankan. Dissa adalah anak sulung dari empat bersaudara.

Walau mendalami bidang perbankan, Dissa tidak terjun dibidang bank namun pada Mei 2015, Dissa mendirikan Finger Talk Cafe. Sebuah kafe di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan memberikan konsep yang unik dan berbeda bagi penikmat kuliner. Seluruh pegawainya mulai dari pramusaji, juru masak hingga kasir adalah seorang pengidap tunarungu.

Semua ini bermula dari keinginan Dissa yang ingin mengikuti jejak sang ibu untuk bisa membantu kaum tunarungu.Dissa ingin mewujudkan impian untuk bisa membangun ”sesuatu” bagi para deaf atau tunarungu.

Dissa mengungkapkan, keinginan itu sempat redup karena minimnya pengetahuan bisnis. Tak punya koneksi dengan komunitas deaf juga membuat dia susah untuk diterima pada awalnya. Namun rasa sosial itu muncul kembali saat dia menjadi sukarelawan di Nikaragua, Amerika Tengah, pada 2004. Di sana dia menemukan sebuah kafe dengan seluruh pekerjanya adalah seorang tunarungu dengan pemilik hearing (seorang normal yang mengerti dan bisa bahasa isyarat). Pemilik kafe itu adalah seorang  lelaki asal Spanyol—Tio Antonio, ia memberi nama kafe tersebut CafĂ© de la Sonrisas. Terinspirasi dengan CafĂ© de la Sonrisas, Dissa ingin membawa pengalamannya ke tanah air dan memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang tunarungu di Indonesia.

Setelah kembali ke Indonesia, Dissa dikenalkan dengan seorang deaf, Pat Sulistyowati, 65, pada 2014. Pat menyambut baik Dissa dan langsung menyanggupi untuk membantu. Pat adalah guru keterampilan. Dia membuka les jahit di rumahnya khusus untuk tunarungu.

Dengan bantuan tersebut, ternyata jalan Dissa untuk menembus komunitas deaf tidak semulus dugaan awal. Dissa harus menunggu hingga lima bulan, sejak Desember 2014, untuk bisa bertemu dengan seluruh karyawannya saat ini. Mereka satu per satu harus didekati dengan cara khusus untuk menyampaikan maksud Dissa. Usaha tersebut pun membuahkan hasil. Sekarang secara total ada empat pegawai tunarungu yang bekerja di Finger Talk Café. Nurul (20) sang pramusaji dari Bandung, Friska (25) asal Bali sebagai juru masak, Wawan (27) di posisi kasir asal Jember, dan Sari (30) juru masak asal Pamulang.

Setelah Dissa berhasil merekrut para tunarungu, perjuangan tidak serta-merta berhenti. Dia harus belajar agar dapat menemukan pola kerja sama yang pas dengan pekerjanya. Sebab, mereka dinilai memiliki perasaan yang lebih sensitif ketimbang karyawan yang normal.

Saat tidak nyaman dalam suatu keadaan, misalnya, raut wajah mereka akan langsung jelas menggambarkan hal tersebut. Untung, sebelum memutuskan terjun dalam dunia bisnis itu, Dissa belajar dari Pat. Dia belajar bahasa istyarat, memahami sifat-sifat mereka, serta cara berkomunikasi dengan baik kepada mereka.

 

 

 

 

Keren banget kan?? jadi, kamu mau cuma nongkrong di cafe-cafe yang biasa aja? yang ngga ada unik-uniknya?? waaaaahh nanti lama-lama kalian kudet loh guys! hihihi.

 

 

Aku juga sudah berkunjung ke cafe ini, tapiiiiiiiii.. pas lagi ada acara gitu. Padahal aku sih pengennya ya, pas lagi hari-hari biasa. Pas tanggal 17 April kemarin, ada acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe, dan karena papahku udah bantu-bantu bu Lisma buat ngasih kado is-ti-me-wah ke anaknya itu, papah diundang juga ke acaranya. Si papah ngotot suruh ku pulang balik ke Tangerang pas minggu itu juga -_- yaudah mau ngga mau kan aku dateng ya ke sana. Acaranya seru kok! hehe.

 

 

IMG-20160417-WA0011

Buku ini yang jadi hadiah buat kak Dissa. Papahku yang bikin desain bukunya, kerjasama dengan teman papahku yang jadi editor naskahnya. Ini foto juga “boleh comot” dari hp papah hehehe😀 -> ketauan jahilnya kan :p

Di acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe, ada penampilan-penampilan dari teman-teman deaf kita loh. Ada cuplikan-cuplikan tentang Fingertalk Cafe yang masuk di acara tv, bukan acara tv lokal saja tetapi juga mancanegara! wow! give applause!😉 yang menariknya, acara ini ada dua jubir loh, jubir yang pakai mulut dan pakai tangan! alias bahasa isyarat ya. Seru banget deh acaranya. Teman-teman kak Dissa dari mancanegara juga ikutan datang loh! wooooooow banget kan hahaha. Aku juga jadi ikutan belajar bahasa isyarat deh, ya walaupun cuma dikit-dikit sih. oh ya sedikit OOT nih, waktu itu juga aku sebenarnya udah belajar-belajar tentang bahasa isyarat Indonesia atau disingkat dengan BISINDO. Aku sudah menghafalkan bahasa isyarat alfabet a-z tapi entah kenapa cepet lupanya -_- dan itu tuh murni karena aku mau jadiin referensi buat bahan cerita aku (aku lagi bikin cerita tentang tokoh utama yang punya kelainan mental plus seorang yang tuna rungu juga). Aku merasa beruntuuuuung banget bisa punya pengalaman datang ke acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe! bisa jadi nambah-nambah bahan referensi buat cerita aku! entah kebetulan atau bukan ya, tapi memang ngga diduga banget! anyway.. semoga aja ya cerita yang lagi aku bikin itu, masih dalam tahap perkembangan itu, bisa selesai dan tuntas ya! >,<//

IMG-20160417-WA0000

Ini aquarium yang ada di cafe, aku iseng-iseng foto aja hahaha :p memang anak aneh dah aku, foto-foto ngga jelas aja

IMG-20160417-WA0013

Itu papahku (kanan, pakai baju putih) , teman papahku namanya Om Fadli (kiri, pakai kemeja kotak-kotak) ,  aku sengaja minta foto mereka berdua karena mereka berdua ini, tim hore-nya ibu Lisma, yang bantuin bikin “surprise gift” berupa buku buat kak Dissa

IMG-20160417-WA0012

Ini bapak-bapak makmur bahagia yang asik lagi foto-foto di photobooth-nya Fingertalk Cafe. Foto eikeh kemana dong?? kok ga nampang?? cari aja di IG aku ya guys :v @aparamitaf (males nampangin foto diri sendiri ya wkwkwkwk)

IMG-20160417-WA0003

Iya deh nampangin foto eikeh juga ya, tapi coba tebak eikeh yang mana hayoooooo?? yang manaaaa?? WKWKWKWKWK :p cari yang paling pojooookkk rambut item dengan belahan samping :v

IMG-20160417-WA0026

IMG-20160417-WA0020

IMG-20160417-WA0019

Btw, itu ka Dissa yang di atas panggung, pakai baju putih dan kerudung jingga. Jangan terkecoh dengan bawahannya ya, Ka Dissa itu pakai celana loh bukan rok wkwkwk. Kata papah sih ka Dissa ini rada tomboy? bener ga kak??😀

IMG-20160417-WA0017

IMG-20160417-WA0015

Nah, yang ini barisan dan kumpulan teman-temannya ka Dissa. Ada yang dari Singapur, Tunisia, Jepang, Amerika. Pokoke yang bule-bule pada ngumpul di sini. Rata-rata orang yang hadir di acara ini ya sama seperti ka Dissa, orang-orang yang peduli dengan teman-teman deaf, ada juga yang memang mereka itu tuna rungu dan menjadi temannya ka Dissa juga, ada juga dari kelompok deaf Indonesia -_- duh banyak deh pokoknya ya -_- aku ga bisa hafalin satu-satu :”D 

Hah… capek juga ya nulis review begini hahaha. Puas banget deh di cafe yang satu itu. Kapan-kapan, kalian harus ke sana ya, cocok itu buat sekedar kongkow-kongkow sama teman, buat yang mau malem mingguan juga ke sana aja. Tempat nyaman, makanan enak-enak pake banget deh enaknya, pelayanan oke dan ramah, cafenya unik dan hati-hati kantong kering. Ini murni review aku sendiri loh ya, bukan promosi. Kalian juga mau jadi bagian dari keunikan cafe ini?? just come to Fingertalk Cafe and let the world knows the first deaf cafe in Indonesia!! share your unique experience here with your friends and besties!!😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s