What Will You Do If You Have “The Other Mother”?; Coraline Movie Review

1

Sebagai anak perempuan satu-satunya di rumah, jujur aja sih, gue lebih enak main sama papa dibandingkan dengan mama. Wajar juga kalo anak perempuan lebih deket ke bapaknya, tapi bukan berarti musuhan juga dnegan orang tua perempuan dong. Mungkin karena jenis kelaminnya sama-sama perempuan, jadi terkadang ada aja hal-hal yang bikin ngga sreg. Ternyata bukan Cuma gue aja yang punya masalah kayak gitu, tapi juga si Coraline!

Yak, betul banget, kali ini gue mau ngeriview film lagi. Gue memang hobi banget nonton film (dan biasanya gue tonton berulang-ulang) apalagi yang terkesan rada horor atau dark atau aneh gitu deh (contoh lainnya selain fil Coraline, film favorit gue yang utama adalah Alice in Wonderland). Setelah gue juga udah hatam nonton film Coraline berulang kali, tibalah saatnya kali ini gue me-review film yang satu ini~! Hohoho.

coraline

Coraline ini awalnya berasal dari salah satu novel yang ditulis oleh om Neil Gaiman atau nama lengkapnya Neil Richard MacKinnon Gaiman.

Kyle-cassidy-neil-gaiman-April-2013

Om Neil yang udah nulis novel Coraline

photo-74

Penampakan novel Coraline! ada yang tau beli novel original english-nya dimana??

3

di awal film, ada tulisan “Based on the novel by Neil Gaiman”

Gue belum pernah baca Coraline versi novelnya sih, ngga tau juga ya di toko buku ada yang versi original english atau ngga. Kalo untuk filmnya sendiri, film Coraline ini berhasil nyabet tiga penghargaan; Annie Awards, Academy Awards, dan Golden Globe.

Cerita

4

di awal cerita, udah ada si Other Mother yang lagi bikin boneka Coraline

Film Coraline ini mengisahkan kehidupan si Coraline Jones. Coraline adalah anak yang sedikit keras kepala, banyak akal, agak sedikit manja. Coraline baru aja pindah ke Pink Palace Apartmen, yang sebelumnya dia tinggal di derah Pontiac, Michigan. Coraline anak satu-satunya di keluarga itu. Ayah dan ibunya sibuk dengan pekerjaan mereka, sedangkan si Coraline, yang baru aja pindah rumah dan ngga punya kakak/adik, ngerasa bosan sendirian. Akhirnya, dia pun main keluar dan bertemu dengan Wybie Lovat, cucu dari si pemilik apartemen. Di awal cerita pun, banyak yang janggal karena ucapan si Wybie bahwa neneknya jarang banget mau menyewakan apartemennya untuk pasangan yang sudah memiliki anak. Nah loh! Pasti di kelanjutan ceritanya, bakalan terjadi sesuatu dengan si anak-anak tersebut kalo berani tinggal di apartemen nenek Wybie.

2

Apartemen yang baru ditempatin Coraline dan keluarganya

coraline-720177

Coraline yang cantik banget🙂 suka perpaduan warna biru rambutnya dan warna kuning jas hujannya!

Untitled

Coraline pas pertamakali ketemu Wybie

5

Si kucing hitam yang nantinya bakalan ngebantu Coraline ngebasmi si Other Mother

Di suatu pagi hari yang basah karena hujan, si Wybie ngirimin boneka yang miriiipp banget sama Coraline. Boneka itu berambut pendek dan berwarna biru, memakai jas hujan dan sepatu boots berwarna kuning, persis banget dengan Coraline. Wybie iseng ngirimin boneka ke Coraline karena dia juga tiba-tiba aja ngedapetin boneka itu ada di rumahnya. Ayah dan ibu Coraline masih super duper sibuk dengan pekerjaannya dan ibunya semakin ngomel karena Coraline banyak bercerita, si Coraline akhirnya ditugasin ayahnya mengeksplorasi seisi rumah (yang menurut gue itu rumah antara angker atau terlalu tua). Pas dia lagi bereksplorasi mengitari rumahnya, dia nemuin pintu kecil. Pintu yang Cuma bisa dimasukin sama anak-anak aja (menurut pendapat gue begitu. Akhirnya si Coraline pun merengek ke ibunya, minta pintu itu dibukain. Setelah dibuka… JENG JENGGG!!! Ngga ada apa-apanya, Cuma ada batu bata sebagai penghalang aja. Coraline pun kecewa.

6

Di malam hari, Coraline bermimpi bertemu dnegan seekor tikus berekor panjang. Tikus itu pun seperti berusaha membawa Coraline menuju pintu kecil yang ada di ruang tamu rumahnya. Tikus itu masuk ke dalam pintu kecil. Coraline pun penasaran dan akhirnya membuka pintu kecil itu DAAAANNNN akhirnya terbentanglah jalan untuk menuju ke ruangan di ujung pintu kecil itu.

7

Setelah si Coraline memasuki pintu kecil, dia tiba di ruangan yang sama persis dengan ruang tamu di rumahnya, hanya saja, mungkin dengan kesan yang lebih “bagus” dibandingkan dengan rumah aslinya. Coraline mencium aroma masakan dan dia menuju dapur. Di sanalah Coraline bertemu dengan The Other Mother untuk pertamakalinya. Ada sesuatu yang janggal lagi, The Other Mother tersebut memang mirip dengan ibunya, tetapi matanya terbuat dari KANCING!!! Ya, kancing baju yang seharusnya dipakai di baju! Coraline sedikit terkejut tapi dia justru ngga takut sama sekali.

14

Look at that button eyes!! 0_0

Bagian yang selanjutnya adalah ketika dia bertemu dengan The Other Father yang lebih kece apabila dibandingkan dengan ayah aslinya. Ayahnya Coraline ngga mengerjakan tugas-tugas coding di komputer lagi, tapi jutsru pandai bermain piano! Wow! Coraline merasa aneh tetapi dia cukup terkesan, apalagi dengan nyanyian yang The Other Father nyanyiin untuk dia.

15

Making up a song about Coraline

She’s a peach, she’s a doll, she’s pal of mine

She’s cute as a button in the eyes of everyone

Who ever laid their eyes on Coraline

When she comes around exploring

Mom and i will never, ever make it boring

Our eyes will be on Coraline

 

Sesudah pertemuan Coraline dengan The Other Father, Coraline pun diajak makan (dan gue ngga tau ya makanan yang dimakan Coraline itu makanan asli atau palsu, karena si other mother-nya kan monster -_-)

8

Dunia asli tempat Coraline hidup dan dunia yang berusaha diciptakan oleh si The Other Mother, memang mirip banget. Bedanya Cuma di negri “khayalan” tersebut, semua hal jauh lebih menyenangkan dan menarik sesuai dengan harapan Coraline. Awalnya, Coraline ngga sadar bahwa dunia “khayalan” tersebut, justru membawa malapetaka! Di puncak cerita, Coraline sedih karena ayah dan ibunya yang asli menghilang! Kalo mau tau lebih banyak lagi, coba nonton sendiri deh dan rasakan sensasinya~!😀

11

Taman bunga yang sengaja dibikin oleh The Other Mother

13

Dunia yang dirangkai oleh The Other Mother, cuma sebatas lingkungan rumah Coraline aja, selebihnya kosong!

12

Wajah asli The Other Mother

Film

Gue cukup terkesan dengan film animasi stop motion ini. Kebayang deh pastinya butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan film Coraline ini. Hal yang gue sangat suka dari film ini adalah.. makanannya itu keliatan real banget loh!!! Hmmm yummy!! Bikin gue laper deh setiap nonton film ini! Apalagi banyak banget part pas si The Other Mother masak makanan buat Coraline!

Amanat dalam Film Coraline

Seperti yang sudah gue bilang sebelumnya bahwa anak perempuan terkadang suka ngga sreg dengan ibunya sendiri. Akan tetapi, walau bagaimanapun, beliau adalah ibu kita sendiri. Beliau juga manusia, dan manusia pasti punya aja kekurangan di beberapa hal. Bisa dilihat dari film Coraline. Ibu Coraline ini ngga memenuhi standar si Coraline. Coraline lebih berharap bahwa ibunya bisa memasak makanan enak untuknya setiap hari, mengajaknya bermain, membelikan pakaian yang disukai, berkebun dan ngga takut dengan lumpur, dan lain sebagainya. Justru semua hal yang Coraline inginkan, ada di karakter si The Other Mother. Begitu juga dengan tokoh the other father, another Wybie, maupun tetangga-tetangganya seperti Mr. Bobinsky, Mrs. Spink dan Mrs. Forcible.

9

Coraline with Mr. Bobinsky

10

Mrs. Spink and Mrs. Forcible

Memang enak banget kalo kehidupan kita bisa sesempurna seperti yang kita inginkan, tetapi kalau ternyata hanya membawa bencana saja? Bertemu dengan monster? Orang tua asli kita diculik? Kita dipaksa hidup selama-lama-lamanya dengan si monster dan harus menukar mata kita dengan kancing baju??? Hiii.. ngga banget deh!

So, kalian masih kepengen punya The Other Mother seperti Coraline???

maxresdefault

“Oh, my twitchy-witchy girl. I think you’re so nice. I give you bowls of porridge, and i give you bowls of ice cream. I give you lots of kisses. And i give you lots of hugs. But i never give you sandwiches with grease and worms and mung beans”, said The Other Mother

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s