Hal yang Tidak Ku Sukai

Hal yang sangat ku benci yaitu ketika aku sudah meneteskan air mataku. Air mata pertanda sedih ataupun sebaliknya, bahagia, aku tidak suka keduanya. Aku tidak suka dibuat menjadi terharu, karena aku bisa meneteskan air mata bahagia. Aku juga tak mau disakiti ataupun menyakiti, karena air mata yang menetes itu tanda kesedihan, ditambah lagi dengan rasa sakit yang muncul di dalam dadaku.

tumblr_inline_msxg0dJ3w81qz4rgp

“Udah gede, jangan nangis dong”

“Baru dibilang segitu aja udah nangis?! Dasar anak bodoh! Percuma kamu nangis seperti itu!”

“Hahaha! Liat si cengeng lagi nangis!”

“Kamu sensitif banget ya? Cuma ngeliat hewan sakit aja nangis”

“Kamu jangan nangis dong, ayo ngomong! Lebih baik kamu ngomong sesuatu, biar aku tau”

Aku hanya mengutip beberapa kalimat yang pernah diucapkan oleh orang-orang terdekatku, ataupun hanya orang yang sekedar kenal denganku. Aku menerima itu semua. Memang aku ini sensitif, aku ini bodoh, tidak bisa mengendalikan emosi, tidak pandai berbicara dan mengungkapkan sesuatu dengan baik. Aku juga manusia, pasti memiliki kekurangan. Lantas, kenapa kalian tidak mau menerima kekuranganku? Aku bahkan menerima kekurangan kalian dengan sangat baik. Aku bahkan mempelajari mengapa kalian berbuat hal-hal yang tidak aku sukai. Aku ingin memahami dan menerima kalian, mengapa sulit sekali bagi kalian untuk menerimaku?

Awas jangan deket-deket si monster cewek!

Cha, kadang aku suka takut deh kalo ngeliat kamu marah

Mita kalo lagi marah serem deh! Kadang aku takut ngomong sama kamu kalo lagi begitu

Tuh kan marah lagi, ngomel lagi, kamu kayak emak-emak ya sekarang?

Jangan terlalu kasar dengan cowok yang suka kamu dong, nak, nanti kalo kamu diapa-apain sama mereka, gimana?

Hal kedua yang tidak ku sukai adalah kemarahanku sendiri.

FVYBmaJ

Kalian tau? Aku bukanlah seorang perempuan yang terlahir menjadi seorang perempuan yang galak dan menyeramkan. Kalian hanya bisa menilai secara kasar saja, tanpa mengetahui latar belakangnya. Sudah ku bilang sebelumnya, banyak orang yang mengatai aku ini cengeng. Aku pun pernah dibully, dipukuli, yah itulah masa kecilku. Aku pun berubah karena aku muak dengan hal itu. Aku membentengi diriku dnegan sikap kasar, semula hanya ingin melindungi diriku dari kekejaman orang-orang itu. Akan tetapi, semakin lama, justru dinding penghalangku itu semakin menghimpitku, dan sekarang berimbas kepada pengendalian emosiku. Aku tidak bisa menahan emosiku sendiri. Kalau aku tidak menyukai seseorang, aku akan dengan tegas langsung berbicara kepada orang tersebut. Aku tidak peduli mereka akan sakit hati atau tidak. Bahakan, ketika mood-ku sedang bobrok pun, aku kerap bersikap kasar dan marah kepada orang-orang terdekatku.

Tidak ada manusia yang sempurna, yang tanpa adanya beberapa kekurangan di dalam dirinya.

Maafkan aku karena aku bukanlah perempuan yang lemah lembut. Maafkan aku karena aku tidak bisa menjadi teman yang baik dan tidak berkata kasar. Maafkan aku karena aku tidak bisa dekat dengan lelaki manapun lagi. Aku tidak ingin berbuat hal seperti itu, sungguh. Tetapi, aku tidak bisa mengubahnya lagi. Sekali lagi, maafkan aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s