Superhero vs Villain; Sebuah Pemikiran Iseng

heroes_vs_villains_medium

Sebagian besar, tokoh antagonis di komik superhero, mereka adalah orang yang tidak normal. Ada kemungkinan bahwa mereka mengidap penyakit jiwa. Kemungkinan lainnya adalah, mereka tidak bisa menerima suatu kejadian pahit dan mengubahnya menjadi sebuah makna dalam kehidupan.

Sebaliknya, seorang superhero, mereka adalah tokoh yang kuat. Biasanya, mereka, adalah orang-orang yang dapat menghadapi dan menerima masalah dengan tabah. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk menghindarkan manusia lainnya dari kesulitan, kesedihan, kejahatan. Kurang lebih, superhero adalah seorang tokoh manusia yang berhasil mengatur dirinya untuk menerima kenyataan pahit hidup. Berbeda dengan sang tokoh antagonis tadi. Tokoh superhero juga muncul karena adanya tokoh jahat dalam cerita.

Superhero, dapat dikatakan merupakan salah satu tokoh yang perfeksionis. Selalu menginginkan kesempurnaan dalam hidup, karena itulah, dia berusaha mati-matian untuk menghapuskan kejahatan di dalam dunianya, atau lingkungan sekitarnya. Superhero tidak dapat menyadari, bahwa padahal, dirinya tanpa munculnya orang-orang yang bertindak jahat (masih dalam konteks cerita), tidak akan pernah eksis juga. Sudah sewajarnya, di kehidupan nyata, semua hal rata-rata berpasangan. Termasuk kebaikan itulah, pasangannya adalah kejahatan, dan kebaikan tidak akan pernah ada tanpa adanya kejahatan. Sedangkan, hal-hal yang berpasangan di kehidupan ini, semuanya muncul dari persepsi atau pemikiran manusia. Mungkin saja salah seorang manusia berkata bahwa hal tersebut bukanlah keburukan / kebajikan, sementara manusia lainnya berbeda pendapat lagi.

avxbanner

This-is-WAR! This-is-SPARTANS!!!! *slap* ups, wrong movie, guys :p sorry~

Tentu saja, semua hal yang ku sebutkan di atas, adalah hasil dari pemikiranku. Kalian bisa menyetujuinya, bisa pula untuk menyangkalnya. Suatu pendapat adalah wajar, apabila ada seseorang yang menyatakan setuju ataupun menentang habis-habisan. Seperti kataku tadi, semua hal di kehidupan ini, pasti memiliki pasangannya.

Ingin menjadi sempurna dan sebuah kesempurnaan, menurutku juga berbeda. Ingin menjadi sempurna adalah keinginan manusia untuk melihat bahwa semuanya berjalan sesuai dengan harapannya. Entahlah, harapannya bisa sebuah harapan yang baik maupun harapan yang kurang baik. Sebuah kesempurnaan, menurutku, adalah suatu hal yang timbul berkat adanya keselarasan antara hubungan baik dan hubungan tidak baik. Antara kebaikan dan kejahatan. Tidak ada superhero tanpa seorang penjahat. Itulah sebuah kesempurnaan.

Apabila, aku ditanya, “ingin memilih menjadi superhero atau penjahat/tokoh antagonis?”

Aku akan dengan tegas menjawab bahwa, aku lebih baik menjadi seorang penjahat. Seorang penjahat, sebenarnya, bukannya tidak memiliki sikap baik. Hanya saja, keburukannya lebih banyak terlihat dan memendam semua kebajikannya. Orang lain mungkin bisa saja melihat bahwa penjahat tersebut, atau tokoh antagonis (baik dalam cerita maupun kehidupan nyata), bisa saja merupakan tokoh dengan perilaku yang baik. Seorang penjahat, bukan berarti mereka tidak ingin segala sesuatunya berjalan sempurna. Mereka menginginkan kesempurnaan, tetapi kesempurnaan belum datang kepadanya, mereka pun menjadi putus asa dan akhirnya kekecewaan itu mereka lampiaskan dalam perilaku penyimpangan. Sebenarnya, para penjahat pun, mereka adalah manusia biasa. Mereka punya pemikiran, perasaan, dan keinginan.

Alasan lainnya bahwa aku menginginkan diriku menjadi seorang tokoh antagonis adalah karena aku bisa bebas melakukan apapun yang aku inginkan, mengekspresikan segala sesuatu yang aku rasakan, maupun berbagi pemikiran-pemikiran bebas yang bersifat tidak konvensional (atau lebih sering ku bilang, suatu pemikiran yang kolot)

Lain halnya dengan menjadi seorang tokoh superhero. Seseorang yang ingin menjadi sempurna. Menuntaskan kejahatan, mengurusi kehidupan orang lain (tentu saja, terutama kehidupan sang tokoh antagonis), dan mereka bercapek-capek ria dalam menciptakan kesempurnaan yang mereka inginkan.

Ku sebutkan di awal tulisan ini bahwa dua kemungkinan manusia atau seorang tokoh dalam cerita, dapat menjadikan dirinya sebagai seorang antagonis. Mereka mengidap penyakit jiwa, atau tidak bisa menerima hal pahit dalam kehidupan mereka. Apakah semua itu terjadi padaku juga? Oh, tentu saja aku membenarkannya!

Aku tidak bisa menjadi dewasa, bahkan menolak menjadi seseorang dengan perilaku dan pemikiran yang dewasa. Aku menginginkan sesuatu, tetapi tidak tercapai, dan aku menggalakkan suatu perilaku menyimpang. Di sisi lainnya, aku bukan seperti para superhero yang mendambakan kesempurnaan. Hal yang justru ku dapatkan adalah sebuah kebebasan. Menyakiti orang lain? Oh, ayolah, jangan berpikiran sempit! Kalian bahkan bisa melukai orang lain dengan sebuah perkataan saja! Ha! Sungguh miris. Itulah mengapa, ku bilang, aku tidak menginginkan suatu kesempurnaan. Hei, aku hanya sedang menciptakan suatu kesempurnaan! Tak akan ada orang baik tanpa hadirnya orang jahat, bukan?

Yah.. itu hanyalah pemikiranku. Sekali lagi, kalian boleh setuju dan boleh juga menyangkalnya.

3859617-bt

The villains! they’re cute, cool, and sexy, in their own way! they’re unique!

Terkadang, tokoh superhero digambarkan sangat tampan/cantik. Oh tentu saja, karena mereka ingin menjadi sempurna! Sedangkan, tokoh antagonisnya, selalu berkaitan dengan hal-hal yang menyeramkan. Padahal, menurutku, tokoh yang paling tampan/cantik adalah tokoh penjahatnya. Mereka membantu menciptakan kesempurnaan / keseimbangan dalam kehidupan, kan? Sudah sewajarnya saja mereka juga tampan / cantik, tetapi dalam keputusan yang mereka ambil sendiri. Ingatlah, terkadang penjahat juga bukan seorang manusia yang waras, bukan? Penampilan mereka terkadang sedikit nyentrik.

Beralih ke cerita fiksi ataupun komik-komik superhero, tokoh yang ku agungkan adalah Poison Ivy dalam komik Batman.

3316284-ivy

Poison Ivy, sexy as hell :) 

Aku seorang perempuan dan Ivy adalah seorang perempuan juga. Tokoh Ivy, digambarkan sebagai tokoh penjahat wanita yang dapat melumpuhkan lawannya (bahkan si superhero sendiri) dengan racunnya. Aku seperti itu di dunia nyata?? Ha! Bukankah itu hal yang wajar dilakukan oleh seorang wanita?? Melumpuhkan lelaki, terutama lelaki pujaannya, untuk menuruti keinginannya. Tentu saja, aku mencari seorang lelaki, atau pasangan, yang muncul sikap-sikap pahlawan di dalam dirinya (lagi-lagi, kita bisa mengakuin bahwa laki-laki lebih menginginkan mengagungkan dirinya sebagai pahlawan di depan wanita pujaannya, kan?). Aku mencari lelaki yang menginginkan kesempurnaan, konvensional (kolot), dan terkadang taat aturan. Aku bisa berbangga hati ketika bisa menghasut mereka untuk melakukan sebuah kebebasan. Racunku, aku tidak punya racun dalam definisi yang sebenarnya, aku punya racun melalui sikap dan perkataanku.

Kalian menganggapku gila? Wah, berarti memang aku sudah berhasil menjadi seorang tokoh antagonis! :p

1b6c1ce47b8d6d5f2f25b3ee8f18ebdf-d5onbsb

Know this quote?? this is one of my favorite quotes!! the point is just be yourself~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s