Sebuah Pemikiran Tentang Cinta yang Suci

Jatuh cinta kepada orang lain adalah hal yang mudah, tetapi, untuk mencintai seseorang dengan “cinta suci” sangat sulit. Apalagi kalau harus menerapkan “selalu memberi tanpa mengharap kembali”

 1

Saya sekarang mengerti, bagaimana cara mencintai yang baik dan benar. Saya selama ini selalu membungkus cinta dengan nafsu, obsesi, kecemburuan, dan kekuasaan. Saya tau bahwa saya sudah salah mengartikan cinta yang sebenarnya.

2

Cinta yang tulus, seharusnya cinta yang tanpa pamrih, dipenuhi kasih sayang, dan memberikan kebebasan kepada objek yang saya cintai. Saya selama ini selalu penuh dengan emosi, dendam, rasa khawatir, kejadian masa lalu, dan pemikiran-pemikiran negatif saya yang lainnya. Saya lupa, bahwa, objek yang saya cintai justru memiliki kehidupannya tersendiri. Saya egois dan hanya memikirkan diri sendiri.

Jatuh cinta kepada orang lain, terutama kepada lawan jenis, hal yang sangat mudah bagi saya. Saya jatuh cinta dan kemudian memberikan cinta yang tulus tetapi lupa memberikan cinta yang suci. Saya ketakutan akan kehilangan orang yang saya cintai dan merasa sia-sia sudah mencintainya selama ini, ini tindakan yang salah. Saya juga melupakan tentang jodoh. Manusia bertemu karena jodoh. Jatuh cinta pun saya tidak bisa memilih kepada siapa, bisa saja saya jatuh cinta dan mencintai seseorang yang bukan jodoh saya. Maka, saya memilih untuk tetap jatuh cinta dan kemudian memberikan sebuah cinta suci yang tulus tanpa pamrih dan apa adanya. Karena cinta suci itu tak akan berakhir dengan sebuah kesedihan dan itulah cinta yang sebenarnya dan sudah seharusnya kita berikan ke semua makhluk.

Saya juga mencintai binatang-binatang yang saya pelihara dan terkadang lupa bahwa mereka makhluk hidup yang tidak kekal. Saya merawat binatang-binatang peliharaan saya seperti anak saya sendiri dan terkadang melupakan bahwa suatu hari, saya akan berpisah dengan mereka. Saya pun terkadang menangis, dan terkadang menyesali perbuatan saya yang mungkin saja dulu saya pernah berbuat kasar terhadap binatang peliharaan saya karena mereka tidak mau menuruti perintah saya. Seharusnya saya menyadari bahwa saya bisa memberikan cinta suci kepada mereka juga. Justru, binatang-binatang peliharaan saya yang sudah lebih dahulu menerapkan cinta suci ini kepada saya, maupun kepada anggota keluarga saya yang ikut membantu merawat mereka.

Saya juga lupa bahwa saya seharusnya lebih menahan emosi saya. Terkadang saya marah tanpa terkendali. Hal itu pun memunculkan kebencian di hati orang lain terhadap saya, padahal saya sangat menyayangi orang-orang yang dekat dengan saya. Saya pun sebenarnya membenci seseorang yang pemarah dan berpikir untuk diri mereka sendiri, meluapkan segala emosi dan langsung membicarakannya dengan nada yang kasar. Padahal, saya pun sering berbuat hal seperti itu. Justru seharusnya saya yang berubah dan harus berubah. Sebuah kekesalan bisa dibicarakan secara baik-baik kepada orang lain dengan meberikan alasan yang logis, saya terkadang melupakan poin ini. Rasa kesal dan amarah, justru bisa menurunkan kadar kecintaan kita terhadap orang lain, maupun kadar kecintaan orang lain kepada kita.

3

Saya pernah membaca mengenai sebuah penyakit mental yang mengharuskan penderitanya untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang yang terus menerus, dan tidak memberikan hal yang sama kepada sang pemberi tersebut. Ketika saya menyadari bahwa mungkin saja penyakit mental itu ada pada diri saya, saya tidak berkecil hati dan sebisa mungkin berlaku layaknya orang normal. Akan tetapi, saya tidak pernah dan tidak akan setuju dengan hal tersebut. Sudah sewajarnya si penderita mulai mempelajari bagaimana caranya bisa memberi cinta kepada si pemberi tersebut. Cinta yang suci memang sudah sewajarnya untuk selalu memberi dan tidak mengharapkan balasan. Agar saya bisa, setidaknya bisa terlihat sedikit normal, saya pun mulai memberanikan diri untuk belajar mencintai tanpa pamrih. Selalu memberi dan tak akan pernah berhenti.

4

a logical and simple reason “why i have to give so much love to the giver!”

5

i also decided to be a giver!🙂 it’s such a pleasure if i can give a A LOT of love too!!

Mungkin hal tentang cinta, hanya sedikit yang saya bisa bagi kepada pembaca. Semua itu adalah pendapat dari hasil pemikiran saya. Kalau saja ada yang tidak setuju, saya berbesar hati menerimanya, kalau ada yang merasa pendapat saya ada yang kurang, boleh untuk menambahkan. Semoga saja dan saya selalu berharap kepada diri saya sendiri, bahwa saya bisa konsisten dengan keputusan yang saya ambil ini : mulai mencintai setiap makhluk dengan cinta yang suci.

6

7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s