Let The World Know, The First Deaf Cafe in Indonesia!

Tempat tongkrongan anak muda zaman sekarang, kalau ngga di mall, ya di cafe, tetapi ngga tau deh ya mungkin ada yang punya tempat tongkrongan di puncak gunung, tepi sungai, atau tengah-tengah kuburan?? hehe *abaikan*. Kalau ngomongin tentang cafe.. duh udah menjamur lah ya, selain buat tempat tongkrongan anak muda, tempat buat makan juga dong. Proses menggendutkan perut dan mengosongkan isi dompet banget itu hahaha. Kalo aku sih.. lebih milih ngegelendot di kasur aja deh..! enak, empuk, ga bikin pegel, plus isi dompet terlindungi!!! 😀

 

 

Saking menjamurnya cafe-cafe di Indonesia, tetapi hanya sedikiiiiit banget yang memiliki keunikan tersendiri. NAH! contohnya cafe yang satu ini, guys~~! ululululululu~

 

 

Ada yang tau deaf cafe? anyone? no one??? hayoooo, kalo belum tau, kalian harus cek-cek deh cafe unik yang satu ini. Cafe ini khusus mempekerjakan orang-orang yang pendengarannya kurang alias deaf alias tuna rungu, nama cafenya adalah Fingertalk Cafe. Berlokasi di Jl. Pinang no. 37, Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan. Cari aja di google maps, pasti ketemu deh lokasinya.

 

FT maps

Tuh kan, langsung nampang di google maps! 😀

Pengalamanku pas pergi ke Fingertalk Cafe, rumahku padahal sama-sama di Tangerang ya (tapi Tangerang kabupaten, deket-deket lipo lah), berangkat dari rumah entah jam setengah 8 atau jam 8, pas nyampe….. sekitaran jam setengah 10 kali ya -_- astaga. Kurang travel friendly itu tempatnya sih hahahaha. Rada mojok-mojok, lewat jalan meliuk-liuk mirip banget di puncak dah, belum lagi medan tempurnya eh maksudnya jalanannya itu.. masih ada yang dalam perbaikan sana-sini. Bahasa singkatnya sih, bisa diartikan kurang strategis ya. Kekurangannya itu aja sih. Kalau suasananya… bener-bener ibarat masuk rumah deh. Adem, nyaman, tempatnya luas, tempat parkiran juga pasti ada dong.

IMG-20160323-WA0002

IMG-20160323-WA0001

IMG-20160323-WA0003

IMG-20160417-WA0009

IMG-20160417-WA0010

IMG-20160323-WA0000

Ini yang jadi kokinya teman-teman kita yang deaf loh guys! keren ya mereka! semua staff yang dipekerjakan di Fingertalk Cafe ini deaf semua loh! tetapi mereka ramah-ramah, sopan, cantik-cantik dan ganteng-ganteng :p hahaha

IMG-20160323-WA0004

aiiihh.. bikin ngilerrr inii hahaha ^_^ langsung scroll ke bawah aja ya sebelum air liur kalian menenggelamkan Indonesah :v

Siapa pelopor alias orang yang ngasih tau tentang cafe unik yang satu ini?? siapa lagi kalo bukan papah gueh yang keceh :v *pah, lambaikan tangan*. Awalnya karena hubungan bisnis, ujung-ujungnya nge-whatsapp aku deh.. pamer-pamer habis dari cafe -_- ye lah, terserah kau pah -_- dan gue juga langsung kepincut lagi, kepo-kepo pengen ke cafe itu :p

IMG-20160417-WA0006

Kiri itu yang cowok (iyalah cowok) papah ku, entah cengar-cengir karena habis makan di cafe atau karena mau godain anaknya ya pamer-pamer gitu hahaha. Yang dikanan itu ibu-ibu siapa?? yang jelas bukan ibu ku loh ya, nanti aku akan cerita lebih lanjut di bawah~!

Jadi, sobat, papahku itu memang lagi ada hubungan bisnis dengan ibu dari pemilik Fingertalk Cafe. Nah, ibu-ibu di foto yang di atas itu noh ya, yang putih, cantik, keceh, dan ramah itu, namanya ibu lisma. Si ibu ini lagi mempersiapkan hadiah yang is-ti-me-wah buat anaknya, si pemilik Fingertalk Cafe. So, bu Lisma ini pakai jasa desain papahku deh, cerita lebih lanjut nanti ya. Oh ya, pemilik cafe ini namanya adalah Dissa Syakina Ahdanisa atau yang ku panggil dengan sebutan kak Dissa.

IMG-20160417-WA0002

Ini si ibu cantik lagi asyik makan. Bagi dong buuu :”D bikin ngiler aja nih makanannya enak-enak sih!! :3

Mau tau lebih lanjut tentang pemilik Fingertalk Cafe?

010673400_1456226157-DSCN5750

Ini dia kaka Dissa! kakak yang cantik, baik hati, ramah, pinter bergaul, dan care banget dengan sahabat-sahabat kita yang deaf. Kalau di game The Sims sih, kak Dissa ini kemampuan sosialnya oke banget ya, bisa jadi friends of the world ❤

Berikut ini sedikit cuplikan tentang kak Dissa, sumber dari next enterpreneurs blog :

Dissa Syakina Ahdanisa adalah seoraang gadis berumur 25 tahun alumnus Universitas New South Wales, Australiajurusan perbankan. Dissa adalah anak sulung dari empat bersaudara.

Walau mendalami bidang perbankan, Dissa tidak terjun dibidang bank namun pada Mei 2015, Dissa mendirikan Finger Talk Cafe. Sebuah kafe di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan memberikan konsep yang unik dan berbeda bagi penikmat kuliner. Seluruh pegawainya mulai dari pramusaji, juru masak hingga kasir adalah seorang pengidap tunarungu.

Semua ini bermula dari keinginan Dissa yang ingin mengikuti jejak sang ibu untuk bisa membantu kaum tunarungu.Dissa ingin mewujudkan impian untuk bisa membangun ”sesuatu” bagi para deaf atau tunarungu.

Dissa mengungkapkan, keinginan itu sempat redup karena minimnya pengetahuan bisnis. Tak punya koneksi dengan komunitas deaf juga membuat dia susah untuk diterima pada awalnya. Namun rasa sosial itu muncul kembali saat dia menjadi sukarelawan di Nikaragua, Amerika Tengah, pada 2004. Di sana dia menemukan sebuah kafe dengan seluruh pekerjanya adalah seorang tunarungu dengan pemilik hearing (seorang normal yang mengerti dan bisa bahasa isyarat). Pemilik kafe itu adalah seorang  lelaki asal Spanyol—Tio Antonio, ia memberi nama kafe tersebut Café de la Sonrisas. Terinspirasi dengan Café de la Sonrisas, Dissa ingin membawa pengalamannya ke tanah air dan memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang tunarungu di Indonesia.

Setelah kembali ke Indonesia, Dissa dikenalkan dengan seorang deaf, Pat Sulistyowati, 65, pada 2014. Pat menyambut baik Dissa dan langsung menyanggupi untuk membantu. Pat adalah guru keterampilan. Dia membuka les jahit di rumahnya khusus untuk tunarungu.

Dengan bantuan tersebut, ternyata jalan Dissa untuk menembus komunitas deaf tidak semulus dugaan awal. Dissa harus menunggu hingga lima bulan, sejak Desember 2014, untuk bisa bertemu dengan seluruh karyawannya saat ini. Mereka satu per satu harus didekati dengan cara khusus untuk menyampaikan maksud Dissa. Usaha tersebut pun membuahkan hasil. Sekarang secara total ada empat pegawai tunarungu yang bekerja di Finger Talk Café. Nurul (20) sang pramusaji dari Bandung, Friska (25) asal Bali sebagai juru masak, Wawan (27) di posisi kasir asal Jember, dan Sari (30) juru masak asal Pamulang.

Setelah Dissa berhasil merekrut para tunarungu, perjuangan tidak serta-merta berhenti. Dia harus belajar agar dapat menemukan pola kerja sama yang pas dengan pekerjanya. Sebab, mereka dinilai memiliki perasaan yang lebih sensitif ketimbang karyawan yang normal.

Saat tidak nyaman dalam suatu keadaan, misalnya, raut wajah mereka akan langsung jelas menggambarkan hal tersebut. Untung, sebelum memutuskan terjun dalam dunia bisnis itu, Dissa belajar dari Pat. Dia belajar bahasa istyarat, memahami sifat-sifat mereka, serta cara berkomunikasi dengan baik kepada mereka.

 

 

 

 

Keren banget kan?? jadi, kamu mau cuma nongkrong di cafe-cafe yang biasa aja? yang ngga ada unik-uniknya?? waaaaahh nanti lama-lama kalian kudet loh guys! hihihi.

 

 

Aku juga sudah berkunjung ke cafe ini, tapiiiiiiiii.. pas lagi ada acara gitu. Padahal aku sih pengennya ya, pas lagi hari-hari biasa. Pas tanggal 17 April kemarin, ada acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe, dan karena papahku udah bantu-bantu bu Lisma buat ngasih kado is-ti-me-wah ke anaknya itu, papah diundang juga ke acaranya. Si papah ngotot suruh ku pulang balik ke Tangerang pas minggu itu juga -_- yaudah mau ngga mau kan aku dateng ya ke sana. Acaranya seru kok! hehe.

 

 

IMG-20160417-WA0011

Buku ini yang jadi hadiah buat kak Dissa. Papahku yang bikin desain bukunya, kerjasama dengan teman papahku yang jadi editor naskahnya. Ini foto juga “boleh comot” dari hp papah hehehe 😀 -> ketauan jahilnya kan :p

Di acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe, ada penampilan-penampilan dari teman-teman deaf kita loh. Ada cuplikan-cuplikan tentang Fingertalk Cafe yang masuk di acara tv, bukan acara tv lokal saja tetapi juga mancanegara! wow! give applause! 😉 yang menariknya, acara ini ada dua jubir loh, jubir yang pakai mulut dan pakai tangan! alias bahasa isyarat ya. Seru banget deh acaranya. Teman-teman kak Dissa dari mancanegara juga ikutan datang loh! wooooooow banget kan hahaha. Aku juga jadi ikutan belajar bahasa isyarat deh, ya walaupun cuma dikit-dikit sih. oh ya sedikit OOT nih, waktu itu juga aku sebenarnya udah belajar-belajar tentang bahasa isyarat Indonesia atau disingkat dengan BISINDO. Aku sudah menghafalkan bahasa isyarat alfabet a-z tapi entah kenapa cepet lupanya -_- dan itu tuh murni karena aku mau jadiin referensi buat bahan cerita aku (aku lagi bikin cerita tentang tokoh utama yang punya kelainan mental plus seorang yang tuna rungu juga). Aku merasa beruntuuuuung banget bisa punya pengalaman datang ke acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe! bisa jadi nambah-nambah bahan referensi buat cerita aku! entah kebetulan atau bukan ya, tapi memang ngga diduga banget! anyway.. semoga aja ya cerita yang lagi aku bikin itu, masih dalam tahap perkembangan itu, bisa selesai dan tuntas ya! >,<//

IMG-20160417-WA0000

Ini aquarium yang ada di cafe, aku iseng-iseng foto aja hahaha :p memang anak aneh dah aku, foto-foto ngga jelas aja

IMG-20160417-WA0013

Itu papahku (kanan, pakai baju putih) , teman papahku namanya Om Fadli (kiri, pakai kemeja kotak-kotak) ,  aku sengaja minta foto mereka berdua karena mereka berdua ini, tim hore-nya ibu Lisma, yang bantuin bikin “surprise gift” berupa buku buat kak Dissa

IMG-20160417-WA0012

Ini bapak-bapak makmur bahagia yang asik lagi foto-foto di photobooth-nya Fingertalk Cafe. Foto eikeh kemana dong?? kok ga nampang?? cari aja di IG aku ya guys :v @aparamitaf (males nampangin foto diri sendiri ya wkwkwkwk)

IMG-20160417-WA0003

Iya deh nampangin foto eikeh juga ya, tapi coba tebak eikeh yang mana hayoooooo?? yang manaaaa?? WKWKWKWKWK :p cari yang paling pojooookkk rambut item dengan belahan samping :v

IMG-20160417-WA0026

IMG-20160417-WA0020

IMG-20160417-WA0019

Btw, itu ka Dissa yang di atas panggung, pakai baju putih dan kerudung jingga. Jangan terkecoh dengan bawahannya ya, Ka Dissa itu pakai celana loh bukan rok wkwkwk. Kata papah sih ka Dissa ini rada tomboy? bener ga kak?? 😀

IMG-20160417-WA0017

IMG-20160417-WA0015

Nah, yang ini barisan dan kumpulan teman-temannya ka Dissa. Ada yang dari Singapur, Tunisia, Jepang, Amerika. Pokoke yang bule-bule pada ngumpul di sini. Rata-rata orang yang hadir di acara ini ya sama seperti ka Dissa, orang-orang yang peduli dengan teman-teman deaf, ada juga yang memang mereka itu tuna rungu dan menjadi temannya ka Dissa juga, ada juga dari kelompok deaf Indonesia -_- duh banyak deh pokoknya ya -_- aku ga bisa hafalin satu-satu :”D 

Hah… capek juga ya nulis review begini hahaha. Puas banget deh di cafe yang satu itu. Kapan-kapan, kalian harus ke sana ya, cocok itu buat sekedar kongkow-kongkow sama teman, buat yang mau malem mingguan juga ke sana aja. Tempat nyaman, makanan enak-enak pake banget deh enaknya, pelayanan oke dan ramah, cafenya unik dan hati-hati kantong kering. Ini murni review aku sendiri loh ya, bukan promosi. Kalian juga mau jadi bagian dari keunikan cafe ini?? just come to Fingertalk Cafe and let the world knows the first deaf cafe in Indonesia!! share your unique experience here with your friends and besties!! 😀

 

Advertisements

Saat Diriku yang Lainnya Berkata… (Final Part)

Aku memiliki kisah tentang seorang teman, saat itu dia sedang jatuh cinta. Dia berkata padaku, bahwa cinta itu tidak nyata, hanya sebatas reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Jangankan cinta, manusia pun dia tak seorang pun ia percayai. Termasuk aku, walaupun aku sahabat dekatnya. Kisah cintanya, tidak manis di awal, tidak perih di akhir, tetapi terlalu banyak sakit hati. Cinta bertepuk sebelah tangan. Temanku itu tau bahwa cinta itu tidak nyata, akan tetapi, ia tidak bisa mengendalikan pikirannya di saat itu.

Ia bertemu dengan seorang pria. Pria itu baik hatinya, punya kharisma yang tinggi, selera humornya bagus, dan dia senang berteman dengan siapa saja. Temanku itu, jatuh cinta sejak awal ia berjumpa. Ia bercerita padaku, mendeskripsikan pria tersebut. “Wajahnya yang teduh, aromanya yang manis, dan kata-katanya yang tepat sasaran, agak sedikit menyakitkan hati terkadang, tapi ia jujur apa adanya”, ungkap temanku. Aku mendengarkan ceritanya dengan serius. Ku tatap wajahnya. Pandangan matanya kosong. Ia berusaha nampak wajar, ceria, tetapi aku tau, ia memendam sesuatu yang membuat hatinya terluka, mengosongkan semua pikirannya, membuat kabur semua fokus matanya. Aku prihatin dengannya, tetapi aku tidak berucap sepatah kata pun. Aku hanya bisa mendengarkan ceritanya saja.

“suatu hari, aku dan pria tersebut, kau tau, dimabuk asmara. Kami bercumbu. Dia dari awal tau bahwa aku cinta padanya, dan dari awal pun aku tau, dia tidak mencintaiku”. Mata temanku sudah mulai berkaca-kaca. “Menurutmu, apakah aku ini egois? Atau aku terlalu manis untuk dimanfaatkan?”

Hei, hei, kau itu perempuan yang lugu, sangat polos, baik hati, tulus, kau perempuan yang sempurna!

 

Seandainya bisa aku berbicara, akan ku sampaikan itu padamu, kawan. Sayangnya, aku hanya bisa mendengarkan saja.

Pahit rasanya membina suatu hubungan yang tidak ada timbal balik diantara keduanya. Hubungan satu arah. Hanya ada pemberi dan penerima. Tidak ada saling memberi dan menerima. Hubungan seperti itu tidak baik.

Selepas temanku itu pergi, aku tetap terdiam. Bisa apa aku ini? Aku hanya bisa jadi tempat curhatmu, melihat segala amarahmu, mendengar setiap tangisanmu, bahkan aku tau, hanya aku yang tau bahwa kau sedang berpura-pura tersenyum, bahagia, ceria.

Akhir ceritanya, tidak ada akhirnya. Hubungan yang ia jalani, hanya satu arah saja. Pria tersebut, sampai akhir, masih tidak bisa menerima cinta temanku. Temanku sampai akhir, masih mencintainya, tetapi ia memilih untuk berpisah. Tidak hanya berpisah dengan pria tersebut, ia juga berpisah denganku, dengan dunianya. Aku hanya bisa menyimpan semua memori tentangnya, tanpa seorang pun yang tau. Itulah cerita cinta tentang temanku.

Saat Diriku Yang lainnya Berkata… (Bagian 2)

Aku merasa tertekan kemarin, tetapi sekarang aku sudah berangsur-angsur membaik. Ku kumpulkan segenap tenagaku untuk kembali ceria dan berbahagia. Aku melihat wajahku di cermin dan aku mendapati bayangan diriku sedang tersenyum lebar. Cantik sekali! Seandainya saja, aku bisa tersenyum seperti ini setiap hari.

Kakiku melangkah meninggalkan tempat tidur dan segera menuju ke kamar mandi. Aku mandi dengan penuh semangat dan rasanya aku tidak mau meninggalkan tempat ini dan bermain air saja seharian di kamar mandi!

“Wah, wah, ternyata diriku sudah tidak uring-uringan seperti kemarin ya? Sampai kapan kau mau tetap tidak konsisten dengan suasana hatimu? Jatuh cinta atau memang sakit jiwa sih, kau ini??”

Aku mulai cemberut mendengarkan diriku yang lainnya menggodaku seperti itu. Heh, kau pikir mengubah suasana hati itu mudah? Semudah membalikkan telapak tangan??

“Sudahlah, setidaknya, dia hari ini sudah mengisi hari-harinya dengan penuh semangat. Kau sebagai bagian dari dirinya, seharusnya mendukung suasana hatinya yang sedang bahagia dong!”

Aku merasa terselamatkan dengan kata-kata diriku yang lainnya yang sangaat baik. Ku pikir, dia adalah tokoh protagonis yang ada di dalam diriku.

“Ha! Lihat saja nanti! Dia akan kembali uring-uringan kalau melihat pujaan hatinya tidak menaruh simpati padanya!”

“Aku yakin, bahwa laki-laki itu peduli padanya! Kau jangan mengkomporinya seperti itu! Aku tidak pernah salah dengan instingku! Kita harus mendukungnya di saat dia jatuh cinta!”

“Hei, kau! Kau pikir laki-laki hanya ada satu di dunia ini?? Lalu, untuk apa kau hidup hanya untuk satu lelaki. Sementara si pujaan hatimu itu dekat dengan perempuan lain? Bahkan mantan pacarnya sendiri??”

Aku segera menyelesaikan ritualku di kamar mandi, dan cepat-cepat berganti baju. Aku tidak merasa semua hal yang dikatakan diriku yang satu lagi yang berbicara jahat itu salah. Mungkin saja ada benarnya. Aku jatuh cinta dengan lelaki yang salah, yang tidak bisa menerimaku apa adanya, yang tidak pernah mencintaiku atau sekedar jatuh cinta padaku, tak pernah sekalipun menyanjungku atau memberi respon yang baik kepadaku. Bahkan, laki-laki itu dengan seenaknya bercanda gurau dengan mantan kekasihnya. Miris sekali kehidupan cintaku.

“Ayolah, Ica! Kau harus tetap semangat! Percaya padanya. Kepercayaan itu penting dalam membina suatu hubungan. Yah, walaupun kalian belum resmi sama-sama menyatakan cinta sih..”

Ya! Aku harus tetap bersemangat!

Iseng, aku mengecek pesan yang masuk hari ini. Hah.. lagi-lagi.. hanya email tidak penting saja yang terlihat di daftar notifikasi hanphoneku, dan tunggu! Aku mendapatkan pesan darinya!

Gugup dan penuh pertimbangan. Aku berulangkali hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya. Tidak dengan ucapan “Halo” atau “Hai” saja. Ku pikir, apa yang dia rasakan ketika mengirim pesan padaku? Hanya sebagai bagian dari keisengannya? Kebosanannya? Atau karena aku ini teman wanitanya? Atau karena kemarin malam aku membentaknya karena tidak mempedulikanku?

Aku hanya melihat pesan itu, tanpa sedikitpun bernafsu untuk membalasnya.

33d9d5bf11906ba9826108e8fe71c7c5

Saat Diriku yang Lainnya Berkata..  

Aku memandang cermin yang memantulkan bayangan wajahku. Sejenak, ku singkirkan cermin itu. Aku menghela nafasku. Ku ambil cermin itu kembali. Masih tak dapat ku pamerkan senyum di wajahku. Aku terlihat sangat kusut. Tak ada rona bahagia yang terlukis di wajahku. Beberapa jam ini, aku terus cemberut. Segala cara sudah ku kerahkan untuk mengembalikan kebahagiaanku, tetapi semuanya sia-sia.

Ku rebahkan badanku di atas tempat tidur. Berusaha untuk tidak memikirkan hal-hal aneh yang membuatku mudah cemas. Ah, rasanya, aku sudah tak tahan!

Hal apakah yang membuatku tidak bahagia? Justru jawabannya sangat sederhana. Aku tidak bisa mengendalikan suasana hatiku, emosiku, dan keegoisanku. Aku merasa aku manusia yang hina. Terlalu banyak hal-hal buruk yang menetap dalam diriku.

Sebagian diriku berkata, “Tahanlah sebentar, tahan emosimu, belajarlah untuk percaya padanya”.

Berbeda dengan diriku yang lainnya, “Kau tau, dia selalu ada, tetapi mengapa dia tidak kunjung membalas pesanmu? Mungkin saja dia marah padamu, bosan padamu, kau kan memang perempuan yang sangat menganggu”

“Bodohnya! Hanya kau yang sayang padanya, hanya kau yang cinta padanya, tetapi dia tidak! Dia hanya mempermainkanmu!”, aku melihat diriku yang lainnya lagi, sangat murka kepadaku.

“Ica, dengarkan kata hatimu. Dia peduli padamu, dan mungkin saja sayang padamu, tetapi inilah dia. Hanya saja dia tidak terbiasa mengutarakannya secara langsung. Berilah dia waktu untuk dirinya sendiri”

“Kau masih mendengarkan si baik itu?! Pakai logikamu! Jelas-jelas kau tau bahwa dia masih membuka matanya! Dia belum tidur! Kau lihat status itu? Dia hanya sengaja membiarkanmu! Membiarkan pesanmu tidak terbaca! Dia tidak peduli kepadamu! Dia tidak sayang kepadamu!”

“Ica, kami juga bagian dari dirimu. Tolonglah, sekali ini saja, kau percaya padanya. Ayolah..”

Berbagai suara ku dengar dan semakin riuh berkecamuk di dalam diriku. Aku hanya bisa terdiam. Sesekali, ku pandangi lagi wajahku di cermin. Mungkin saja bayanganku bisa membuatku tersenyum? Ah tidak, justru bayangan di cermin itu sama buruknya dengan keadaanku sekarang ini.

Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus percaya padanya? Atau.. diriku yang lain itu benar, bahwa logikaku sudah lumpuh? Dia hanya mempermainkanku?

Rasanya, aku ingin berteriak!

Hei, kau!! Ya, kau yang di sana!! Aku cinta padamu!!

Tetapi, yang ku lakukan hanyalah.. mengunci bibirku rapat-rapat. Membuat diriku seolah-olah orang yang bisu. Ingin rasanya ku lakukan sesuatu tapi aku hanya diam membatu.

sad-girl

What Will You Do If You Have “The Other Mother”?; Coraline Movie Review

1

Sebagai anak perempuan satu-satunya di rumah, jujur aja sih, gue lebih enak main sama papa dibandingkan dengan mama. Wajar juga kalo anak perempuan lebih deket ke bapaknya, tapi bukan berarti musuhan juga dnegan orang tua perempuan dong. Mungkin karena jenis kelaminnya sama-sama perempuan, jadi terkadang ada aja hal-hal yang bikin ngga sreg. Ternyata bukan Cuma gue aja yang punya masalah kayak gitu, tapi juga si Coraline!

Yak, betul banget, kali ini gue mau ngeriview film lagi. Gue memang hobi banget nonton film (dan biasanya gue tonton berulang-ulang) apalagi yang terkesan rada horor atau dark atau aneh gitu deh (contoh lainnya selain fil Coraline, film favorit gue yang utama adalah Alice in Wonderland). Setelah gue juga udah hatam nonton film Coraline berulang kali, tibalah saatnya kali ini gue me-review film yang satu ini~! Hohoho.

coraline

Coraline ini awalnya berasal dari salah satu novel yang ditulis oleh om Neil Gaiman atau nama lengkapnya Neil Richard MacKinnon Gaiman.

Kyle-cassidy-neil-gaiman-April-2013

Om Neil yang udah nulis novel Coraline

photo-74

Penampakan novel Coraline! ada yang tau beli novel original english-nya dimana??

3

di awal film, ada tulisan “Based on the novel by Neil Gaiman”

Gue belum pernah baca Coraline versi novelnya sih, ngga tau juga ya di toko buku ada yang versi original english atau ngga. Kalo untuk filmnya sendiri, film Coraline ini berhasil nyabet tiga penghargaan; Annie Awards, Academy Awards, dan Golden Globe.

Cerita

4

di awal cerita, udah ada si Other Mother yang lagi bikin boneka Coraline

Film Coraline ini mengisahkan kehidupan si Coraline Jones. Coraline adalah anak yang sedikit keras kepala, banyak akal, agak sedikit manja. Coraline baru aja pindah ke Pink Palace Apartmen, yang sebelumnya dia tinggal di derah Pontiac, Michigan. Coraline anak satu-satunya di keluarga itu. Ayah dan ibunya sibuk dengan pekerjaan mereka, sedangkan si Coraline, yang baru aja pindah rumah dan ngga punya kakak/adik, ngerasa bosan sendirian. Akhirnya, dia pun main keluar dan bertemu dengan Wybie Lovat, cucu dari si pemilik apartemen. Di awal cerita pun, banyak yang janggal karena ucapan si Wybie bahwa neneknya jarang banget mau menyewakan apartemennya untuk pasangan yang sudah memiliki anak. Nah loh! Pasti di kelanjutan ceritanya, bakalan terjadi sesuatu dengan si anak-anak tersebut kalo berani tinggal di apartemen nenek Wybie.

2

Apartemen yang baru ditempatin Coraline dan keluarganya

coraline-720177

Coraline yang cantik banget 🙂 suka perpaduan warna biru rambutnya dan warna kuning jas hujannya!

Untitled

Coraline pas pertamakali ketemu Wybie

5

Si kucing hitam yang nantinya bakalan ngebantu Coraline ngebasmi si Other Mother

Di suatu pagi hari yang basah karena hujan, si Wybie ngirimin boneka yang miriiipp banget sama Coraline. Boneka itu berambut pendek dan berwarna biru, memakai jas hujan dan sepatu boots berwarna kuning, persis banget dengan Coraline. Wybie iseng ngirimin boneka ke Coraline karena dia juga tiba-tiba aja ngedapetin boneka itu ada di rumahnya. Ayah dan ibu Coraline masih super duper sibuk dengan pekerjaannya dan ibunya semakin ngomel karena Coraline banyak bercerita, si Coraline akhirnya ditugasin ayahnya mengeksplorasi seisi rumah (yang menurut gue itu rumah antara angker atau terlalu tua). Pas dia lagi bereksplorasi mengitari rumahnya, dia nemuin pintu kecil. Pintu yang Cuma bisa dimasukin sama anak-anak aja (menurut pendapat gue begitu. Akhirnya si Coraline pun merengek ke ibunya, minta pintu itu dibukain. Setelah dibuka… JENG JENGGG!!! Ngga ada apa-apanya, Cuma ada batu bata sebagai penghalang aja. Coraline pun kecewa.

6

Di malam hari, Coraline bermimpi bertemu dnegan seekor tikus berekor panjang. Tikus itu pun seperti berusaha membawa Coraline menuju pintu kecil yang ada di ruang tamu rumahnya. Tikus itu masuk ke dalam pintu kecil. Coraline pun penasaran dan akhirnya membuka pintu kecil itu DAAAANNNN akhirnya terbentanglah jalan untuk menuju ke ruangan di ujung pintu kecil itu.

7

Setelah si Coraline memasuki pintu kecil, dia tiba di ruangan yang sama persis dengan ruang tamu di rumahnya, hanya saja, mungkin dengan kesan yang lebih “bagus” dibandingkan dengan rumah aslinya. Coraline mencium aroma masakan dan dia menuju dapur. Di sanalah Coraline bertemu dengan The Other Mother untuk pertamakalinya. Ada sesuatu yang janggal lagi, The Other Mother tersebut memang mirip dengan ibunya, tetapi matanya terbuat dari KANCING!!! Ya, kancing baju yang seharusnya dipakai di baju! Coraline sedikit terkejut tapi dia justru ngga takut sama sekali.

14

Look at that button eyes!! 0_0

Bagian yang selanjutnya adalah ketika dia bertemu dengan The Other Father yang lebih kece apabila dibandingkan dengan ayah aslinya. Ayahnya Coraline ngga mengerjakan tugas-tugas coding di komputer lagi, tapi jutsru pandai bermain piano! Wow! Coraline merasa aneh tetapi dia cukup terkesan, apalagi dengan nyanyian yang The Other Father nyanyiin untuk dia.

15

Making up a song about Coraline

She’s a peach, she’s a doll, she’s pal of mine

She’s cute as a button in the eyes of everyone

Who ever laid their eyes on Coraline

When she comes around exploring

Mom and i will never, ever make it boring

Our eyes will be on Coraline

 

Sesudah pertemuan Coraline dengan The Other Father, Coraline pun diajak makan (dan gue ngga tau ya makanan yang dimakan Coraline itu makanan asli atau palsu, karena si other mother-nya kan monster -_-)

8

Dunia asli tempat Coraline hidup dan dunia yang berusaha diciptakan oleh si The Other Mother, memang mirip banget. Bedanya Cuma di negri “khayalan” tersebut, semua hal jauh lebih menyenangkan dan menarik sesuai dengan harapan Coraline. Awalnya, Coraline ngga sadar bahwa dunia “khayalan” tersebut, justru membawa malapetaka! Di puncak cerita, Coraline sedih karena ayah dan ibunya yang asli menghilang! Kalo mau tau lebih banyak lagi, coba nonton sendiri deh dan rasakan sensasinya~! 😀

11

Taman bunga yang sengaja dibikin oleh The Other Mother

13

Dunia yang dirangkai oleh The Other Mother, cuma sebatas lingkungan rumah Coraline aja, selebihnya kosong!

12

Wajah asli The Other Mother

Film

Gue cukup terkesan dengan film animasi stop motion ini. Kebayang deh pastinya butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan film Coraline ini. Hal yang gue sangat suka dari film ini adalah.. makanannya itu keliatan real banget loh!!! Hmmm yummy!! Bikin gue laper deh setiap nonton film ini! Apalagi banyak banget part pas si The Other Mother masak makanan buat Coraline!

Amanat dalam Film Coraline

Seperti yang sudah gue bilang sebelumnya bahwa anak perempuan terkadang suka ngga sreg dengan ibunya sendiri. Akan tetapi, walau bagaimanapun, beliau adalah ibu kita sendiri. Beliau juga manusia, dan manusia pasti punya aja kekurangan di beberapa hal. Bisa dilihat dari film Coraline. Ibu Coraline ini ngga memenuhi standar si Coraline. Coraline lebih berharap bahwa ibunya bisa memasak makanan enak untuknya setiap hari, mengajaknya bermain, membelikan pakaian yang disukai, berkebun dan ngga takut dengan lumpur, dan lain sebagainya. Justru semua hal yang Coraline inginkan, ada di karakter si The Other Mother. Begitu juga dengan tokoh the other father, another Wybie, maupun tetangga-tetangganya seperti Mr. Bobinsky, Mrs. Spink dan Mrs. Forcible.

9

Coraline with Mr. Bobinsky

10

Mrs. Spink and Mrs. Forcible

Memang enak banget kalo kehidupan kita bisa sesempurna seperti yang kita inginkan, tetapi kalau ternyata hanya membawa bencana saja? Bertemu dengan monster? Orang tua asli kita diculik? Kita dipaksa hidup selama-lama-lamanya dengan si monster dan harus menukar mata kita dengan kancing baju??? Hiii.. ngga banget deh!

So, kalian masih kepengen punya The Other Mother seperti Coraline???

maxresdefault

“Oh, my twitchy-witchy girl. I think you’re so nice. I give you bowls of porridge, and i give you bowls of ice cream. I give you lots of kisses. And i give you lots of hugs. But i never give you sandwiches with grease and worms and mung beans”, said The Other Mother

Lapar

starving-yourself

 

Manusia makhluk yang sempurna

Secara fisik, lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya

Manusia memiliki akal dan perasaan

Tubuh manusia pun lebih kompleks dibandingkan dengan makhluk lainnya

Oh, betapa indahnya terlahir sebagai manusia!

 

Tertulis di buku

Manusia memiliki lima indera, tetapi

Aku memiliki telinga yang separuh lagi sepertinya akan tuli

Aku memiliki mata yang tidak bisa melihat benda-benda dengan jelas

Aku memiliki lidah tetapi bagiku smeua rasa makanan sama saja

Aku memiliki hidung

Ya! Bagian tubuh inilah yang sangat menggangguku

 

Semua makanan rasanya sama

Aku kesulitan membedakan makanan enak atau tidak

Yang jelas, aku sangat peka dengan indera penciumanku ini

Jangankan makanan, bau setiap manusia pun aku dapat membedakan

 

Tidak terkesan sama sekali dengan kemampuan ini

Aku sangat peka terhadap wewangian apapun

Termasuk wewangian makanan

 

Seringkali aku terjaga di pagi buta

Mimpiku tergulung tiba-tiba

Aku mencium wangi masakan

Perutku pun menari tidak karuan

 

Lapar, itulah yang ku rasakan setelah mencium aroma masakan

Indah, aku hanya butuh mencium aroma masakan itu!

Jangan sampai makanan itu masuk ke tubuhku

Nanti tubuhku kalah berlekuk dengan biola!

 

Diriku yang lain pun memarahiku

“Bagaimana kau bisa menahan lapar?”

“Cukupkah hanya dengan mencium aroma masakan?”

“Tanpa secuil pun memasukan sesuatu ke dalam perutmu?”

 

Aku memarahi diriku yang sombong itu

Aku dapat menahan rasa laparku

Aku ingin menjadi sempurna!

Aku ingin bisa menggapai hati sang pujaanku!

 

“Bodohnya manusia yang satu ini”

“Kau tak lihat banyak gelandangan yang kelaparan?”

“Mengais sampah layaknya mencari permata”

Diriku yang lainnya membentak marah padaku

 

Ku bayangkan orang-orang miskin itu

Tidak ada uang, daun pun dimakan

Tidak ada pakaian, karung pun dipakai

Tidak punya rumah, kardus pun dirangkai!

Aku memandangi diriku sendiri

Jahat sekali aku ini

Berusaha menahan lapar hanya demi sang pujaan hati

Merasa kenyang hanya dengan mencium aroma nasi

 

Berkaca aku di depan cermin

Oh, betapa kurusnya tubuhku, betapa pucatnya!

Aku tak lebih seperti hantu

Lain kali ku berjanji, tak akan menahan lapar lagi

Sakit Gigi

4329376119_77835dcab1

 

Baru saja semalam

Aku merasakan gigiku sangat sakit

Aku mengeluh

Aku meringkuk di tempat tidur

 

Aku tahan sebentar

Sakitnya semakin tidak ingin lepas dari gigiku

Ku pikir

Aku sudah menjadi anak baik

Aku rajin menggosok gigiku, bahkan 3 kali sehari

Ya, seperti iklan-iklan di televisi itu

 

Setengah hari ku habiskan dengan mengeluh

Gigiku tambah bengkak

Aku pun merangkak menuju tempat obat

Aku mengambil obat andalanku

Ku telan si kecil putih itu bulat-bulat

Hap!

 

Ku tunggu beberapa menit

Obatnya belum bereaksi

Ku pikir, aku sudah kebal dengan obat ini

Sudah ku minum puluhan kali

Aku mulai mengeluh lagi

 

Ajaib!

Ternyata, obat itu berfungsi!

Sakit gigiku mereda

Aku sangat bahagia

 

Tetapi setelah beberapa jam kemudian

Gigiku mulai dihinggapi rasa sakit lagi

Seolah-olah, ingin memutus semua syaraf yang ada di tubuhku

Membalaskan dendam akibat ku telan pil putih itu

 

Aku meringkuk lagi di tempat tidur

Badan ku miringkan ke kiri dan ke kanan

Mencoba perlahan untuk tertidur

Agar semua rasa sakit itu hilang

 

Aku tidak bisa tertidur

Gigiku pun bertambah sakit

Aku mulai menangis

Mengapa? Mengapa harus gigiku yang sakit?

 

Beberapa detik kemudian aku mulai mengamuk

Aku memukul-mukul wajahku sendiri dengan sangat keras

“sakit pergilah!”

Ucapku berkali-kali

 

Hei, siapa bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati??

Kalian ingin mencoba merasakan indahnya rasa sakit ini?

Bahkan aku pun menjadi tidak bisa berpikir jernih

Rasanya, ingin ku tanggalkan semua gigiku ini!

 

Hal yang Tidak Ku Sukai

Hal yang sangat ku benci yaitu ketika aku sudah meneteskan air mataku. Air mata pertanda sedih ataupun sebaliknya, bahagia, aku tidak suka keduanya. Aku tidak suka dibuat menjadi terharu, karena aku bisa meneteskan air mata bahagia. Aku juga tak mau disakiti ataupun menyakiti, karena air mata yang menetes itu tanda kesedihan, ditambah lagi dengan rasa sakit yang muncul di dalam dadaku.

tumblr_inline_msxg0dJ3w81qz4rgp

“Udah gede, jangan nangis dong”

“Baru dibilang segitu aja udah nangis?! Dasar anak bodoh! Percuma kamu nangis seperti itu!”

“Hahaha! Liat si cengeng lagi nangis!”

“Kamu sensitif banget ya? Cuma ngeliat hewan sakit aja nangis”

“Kamu jangan nangis dong, ayo ngomong! Lebih baik kamu ngomong sesuatu, biar aku tau”

Aku hanya mengutip beberapa kalimat yang pernah diucapkan oleh orang-orang terdekatku, ataupun hanya orang yang sekedar kenal denganku. Aku menerima itu semua. Memang aku ini sensitif, aku ini bodoh, tidak bisa mengendalikan emosi, tidak pandai berbicara dan mengungkapkan sesuatu dengan baik. Aku juga manusia, pasti memiliki kekurangan. Lantas, kenapa kalian tidak mau menerima kekuranganku? Aku bahkan menerima kekurangan kalian dengan sangat baik. Aku bahkan mempelajari mengapa kalian berbuat hal-hal yang tidak aku sukai. Aku ingin memahami dan menerima kalian, mengapa sulit sekali bagi kalian untuk menerimaku?

Awas jangan deket-deket si monster cewek!

Cha, kadang aku suka takut deh kalo ngeliat kamu marah

Mita kalo lagi marah serem deh! Kadang aku takut ngomong sama kamu kalo lagi begitu

Tuh kan marah lagi, ngomel lagi, kamu kayak emak-emak ya sekarang?

Jangan terlalu kasar dengan cowok yang suka kamu dong, nak, nanti kalo kamu diapa-apain sama mereka, gimana?

Hal kedua yang tidak ku sukai adalah kemarahanku sendiri.

FVYBmaJ

Kalian tau? Aku bukanlah seorang perempuan yang terlahir menjadi seorang perempuan yang galak dan menyeramkan. Kalian hanya bisa menilai secara kasar saja, tanpa mengetahui latar belakangnya. Sudah ku bilang sebelumnya, banyak orang yang mengatai aku ini cengeng. Aku pun pernah dibully, dipukuli, yah itulah masa kecilku. Aku pun berubah karena aku muak dengan hal itu. Aku membentengi diriku dnegan sikap kasar, semula hanya ingin melindungi diriku dari kekejaman orang-orang itu. Akan tetapi, semakin lama, justru dinding penghalangku itu semakin menghimpitku, dan sekarang berimbas kepada pengendalian emosiku. Aku tidak bisa menahan emosiku sendiri. Kalau aku tidak menyukai seseorang, aku akan dengan tegas langsung berbicara kepada orang tersebut. Aku tidak peduli mereka akan sakit hati atau tidak. Bahakan, ketika mood-ku sedang bobrok pun, aku kerap bersikap kasar dan marah kepada orang-orang terdekatku.

Tidak ada manusia yang sempurna, yang tanpa adanya beberapa kekurangan di dalam dirinya.

Maafkan aku karena aku bukanlah perempuan yang lemah lembut. Maafkan aku karena aku tidak bisa menjadi teman yang baik dan tidak berkata kasar. Maafkan aku karena aku tidak bisa dekat dengan lelaki manapun lagi. Aku tidak ingin berbuat hal seperti itu, sungguh. Tetapi, aku tidak bisa mengubahnya lagi. Sekali lagi, maafkan aku.

Superhero vs Villain; Sebuah Pemikiran Iseng

heroes_vs_villains_medium

Sebagian besar, tokoh antagonis di komik superhero, mereka adalah orang yang tidak normal. Ada kemungkinan bahwa mereka mengidap penyakit jiwa. Kemungkinan lainnya adalah, mereka tidak bisa menerima suatu kejadian pahit dan mengubahnya menjadi sebuah makna dalam kehidupan.

Sebaliknya, seorang superhero, mereka adalah tokoh yang kuat. Biasanya, mereka, adalah orang-orang yang dapat menghadapi dan menerima masalah dengan tabah. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk menghindarkan manusia lainnya dari kesulitan, kesedihan, kejahatan. Kurang lebih, superhero adalah seorang tokoh manusia yang berhasil mengatur dirinya untuk menerima kenyataan pahit hidup. Berbeda dengan sang tokoh antagonis tadi. Tokoh superhero juga muncul karena adanya tokoh jahat dalam cerita.

Superhero, dapat dikatakan merupakan salah satu tokoh yang perfeksionis. Selalu menginginkan kesempurnaan dalam hidup, karena itulah, dia berusaha mati-matian untuk menghapuskan kejahatan di dalam dunianya, atau lingkungan sekitarnya. Superhero tidak dapat menyadari, bahwa padahal, dirinya tanpa munculnya orang-orang yang bertindak jahat (masih dalam konteks cerita), tidak akan pernah eksis juga. Sudah sewajarnya, di kehidupan nyata, semua hal rata-rata berpasangan. Termasuk kebaikan itulah, pasangannya adalah kejahatan, dan kebaikan tidak akan pernah ada tanpa adanya kejahatan. Sedangkan, hal-hal yang berpasangan di kehidupan ini, semuanya muncul dari persepsi atau pemikiran manusia. Mungkin saja salah seorang manusia berkata bahwa hal tersebut bukanlah keburukan / kebajikan, sementara manusia lainnya berbeda pendapat lagi.

avxbanner

This-is-WAR! This-is-SPARTANS!!!! *slap* ups, wrong movie, guys :p sorry~

Tentu saja, semua hal yang ku sebutkan di atas, adalah hasil dari pemikiranku. Kalian bisa menyetujuinya, bisa pula untuk menyangkalnya. Suatu pendapat adalah wajar, apabila ada seseorang yang menyatakan setuju ataupun menentang habis-habisan. Seperti kataku tadi, semua hal di kehidupan ini, pasti memiliki pasangannya.

Ingin menjadi sempurna dan sebuah kesempurnaan, menurutku juga berbeda. Ingin menjadi sempurna adalah keinginan manusia untuk melihat bahwa semuanya berjalan sesuai dengan harapannya. Entahlah, harapannya bisa sebuah harapan yang baik maupun harapan yang kurang baik. Sebuah kesempurnaan, menurutku, adalah suatu hal yang timbul berkat adanya keselarasan antara hubungan baik dan hubungan tidak baik. Antara kebaikan dan kejahatan. Tidak ada superhero tanpa seorang penjahat. Itulah sebuah kesempurnaan.

Apabila, aku ditanya, “ingin memilih menjadi superhero atau penjahat/tokoh antagonis?”

Aku akan dengan tegas menjawab bahwa, aku lebih baik menjadi seorang penjahat. Seorang penjahat, sebenarnya, bukannya tidak memiliki sikap baik. Hanya saja, keburukannya lebih banyak terlihat dan memendam semua kebajikannya. Orang lain mungkin bisa saja melihat bahwa penjahat tersebut, atau tokoh antagonis (baik dalam cerita maupun kehidupan nyata), bisa saja merupakan tokoh dengan perilaku yang baik. Seorang penjahat, bukan berarti mereka tidak ingin segala sesuatunya berjalan sempurna. Mereka menginginkan kesempurnaan, tetapi kesempurnaan belum datang kepadanya, mereka pun menjadi putus asa dan akhirnya kekecewaan itu mereka lampiaskan dalam perilaku penyimpangan. Sebenarnya, para penjahat pun, mereka adalah manusia biasa. Mereka punya pemikiran, perasaan, dan keinginan.

Alasan lainnya bahwa aku menginginkan diriku menjadi seorang tokoh antagonis adalah karena aku bisa bebas melakukan apapun yang aku inginkan, mengekspresikan segala sesuatu yang aku rasakan, maupun berbagi pemikiran-pemikiran bebas yang bersifat tidak konvensional (atau lebih sering ku bilang, suatu pemikiran yang kolot)

Lain halnya dengan menjadi seorang tokoh superhero. Seseorang yang ingin menjadi sempurna. Menuntaskan kejahatan, mengurusi kehidupan orang lain (tentu saja, terutama kehidupan sang tokoh antagonis), dan mereka bercapek-capek ria dalam menciptakan kesempurnaan yang mereka inginkan.

Ku sebutkan di awal tulisan ini bahwa dua kemungkinan manusia atau seorang tokoh dalam cerita, dapat menjadikan dirinya sebagai seorang antagonis. Mereka mengidap penyakit jiwa, atau tidak bisa menerima hal pahit dalam kehidupan mereka. Apakah semua itu terjadi padaku juga? Oh, tentu saja aku membenarkannya!

Aku tidak bisa menjadi dewasa, bahkan menolak menjadi seseorang dengan perilaku dan pemikiran yang dewasa. Aku menginginkan sesuatu, tetapi tidak tercapai, dan aku menggalakkan suatu perilaku menyimpang. Di sisi lainnya, aku bukan seperti para superhero yang mendambakan kesempurnaan. Hal yang justru ku dapatkan adalah sebuah kebebasan. Menyakiti orang lain? Oh, ayolah, jangan berpikiran sempit! Kalian bahkan bisa melukai orang lain dengan sebuah perkataan saja! Ha! Sungguh miris. Itulah mengapa, ku bilang, aku tidak menginginkan suatu kesempurnaan. Hei, aku hanya sedang menciptakan suatu kesempurnaan! Tak akan ada orang baik tanpa hadirnya orang jahat, bukan?

Yah.. itu hanyalah pemikiranku. Sekali lagi, kalian boleh setuju dan boleh juga menyangkalnya.

3859617-bt

The villains! they’re cute, cool, and sexy, in their own way! they’re unique!

Terkadang, tokoh superhero digambarkan sangat tampan/cantik. Oh tentu saja, karena mereka ingin menjadi sempurna! Sedangkan, tokoh antagonisnya, selalu berkaitan dengan hal-hal yang menyeramkan. Padahal, menurutku, tokoh yang paling tampan/cantik adalah tokoh penjahatnya. Mereka membantu menciptakan kesempurnaan / keseimbangan dalam kehidupan, kan? Sudah sewajarnya saja mereka juga tampan / cantik, tetapi dalam keputusan yang mereka ambil sendiri. Ingatlah, terkadang penjahat juga bukan seorang manusia yang waras, bukan? Penampilan mereka terkadang sedikit nyentrik.

Beralih ke cerita fiksi ataupun komik-komik superhero, tokoh yang ku agungkan adalah Poison Ivy dalam komik Batman.

3316284-ivy

Poison Ivy, sexy as hell 🙂 

Aku seorang perempuan dan Ivy adalah seorang perempuan juga. Tokoh Ivy, digambarkan sebagai tokoh penjahat wanita yang dapat melumpuhkan lawannya (bahkan si superhero sendiri) dengan racunnya. Aku seperti itu di dunia nyata?? Ha! Bukankah itu hal yang wajar dilakukan oleh seorang wanita?? Melumpuhkan lelaki, terutama lelaki pujaannya, untuk menuruti keinginannya. Tentu saja, aku mencari seorang lelaki, atau pasangan, yang muncul sikap-sikap pahlawan di dalam dirinya (lagi-lagi, kita bisa mengakuin bahwa laki-laki lebih menginginkan mengagungkan dirinya sebagai pahlawan di depan wanita pujaannya, kan?). Aku mencari lelaki yang menginginkan kesempurnaan, konvensional (kolot), dan terkadang taat aturan. Aku bisa berbangga hati ketika bisa menghasut mereka untuk melakukan sebuah kebebasan. Racunku, aku tidak punya racun dalam definisi yang sebenarnya, aku punya racun melalui sikap dan perkataanku.

Kalian menganggapku gila? Wah, berarti memang aku sudah berhasil menjadi seorang tokoh antagonis! :p

1b6c1ce47b8d6d5f2f25b3ee8f18ebdf-d5onbsb

Know this quote?? this is one of my favorite quotes!! the point is just be yourself~

Sebuah Pemikiran Tentang Cinta yang Suci

Jatuh cinta kepada orang lain adalah hal yang mudah, tetapi, untuk mencintai seseorang dengan “cinta suci” sangat sulit. Apalagi kalau harus menerapkan “selalu memberi tanpa mengharap kembali”

 1

Saya sekarang mengerti, bagaimana cara mencintai yang baik dan benar. Saya selama ini selalu membungkus cinta dengan nafsu, obsesi, kecemburuan, dan kekuasaan. Saya tau bahwa saya sudah salah mengartikan cinta yang sebenarnya.

2

Cinta yang tulus, seharusnya cinta yang tanpa pamrih, dipenuhi kasih sayang, dan memberikan kebebasan kepada objek yang saya cintai. Saya selama ini selalu penuh dengan emosi, dendam, rasa khawatir, kejadian masa lalu, dan pemikiran-pemikiran negatif saya yang lainnya. Saya lupa, bahwa, objek yang saya cintai justru memiliki kehidupannya tersendiri. Saya egois dan hanya memikirkan diri sendiri.

Jatuh cinta kepada orang lain, terutama kepada lawan jenis, hal yang sangat mudah bagi saya. Saya jatuh cinta dan kemudian memberikan cinta yang tulus tetapi lupa memberikan cinta yang suci. Saya ketakutan akan kehilangan orang yang saya cintai dan merasa sia-sia sudah mencintainya selama ini, ini tindakan yang salah. Saya juga melupakan tentang jodoh. Manusia bertemu karena jodoh. Jatuh cinta pun saya tidak bisa memilih kepada siapa, bisa saja saya jatuh cinta dan mencintai seseorang yang bukan jodoh saya. Maka, saya memilih untuk tetap jatuh cinta dan kemudian memberikan sebuah cinta suci yang tulus tanpa pamrih dan apa adanya. Karena cinta suci itu tak akan berakhir dengan sebuah kesedihan dan itulah cinta yang sebenarnya dan sudah seharusnya kita berikan ke semua makhluk.

Saya juga mencintai binatang-binatang yang saya pelihara dan terkadang lupa bahwa mereka makhluk hidup yang tidak kekal. Saya merawat binatang-binatang peliharaan saya seperti anak saya sendiri dan terkadang melupakan bahwa suatu hari, saya akan berpisah dengan mereka. Saya pun terkadang menangis, dan terkadang menyesali perbuatan saya yang mungkin saja dulu saya pernah berbuat kasar terhadap binatang peliharaan saya karena mereka tidak mau menuruti perintah saya. Seharusnya saya menyadari bahwa saya bisa memberikan cinta suci kepada mereka juga. Justru, binatang-binatang peliharaan saya yang sudah lebih dahulu menerapkan cinta suci ini kepada saya, maupun kepada anggota keluarga saya yang ikut membantu merawat mereka.

Saya juga lupa bahwa saya seharusnya lebih menahan emosi saya. Terkadang saya marah tanpa terkendali. Hal itu pun memunculkan kebencian di hati orang lain terhadap saya, padahal saya sangat menyayangi orang-orang yang dekat dengan saya. Saya pun sebenarnya membenci seseorang yang pemarah dan berpikir untuk diri mereka sendiri, meluapkan segala emosi dan langsung membicarakannya dengan nada yang kasar. Padahal, saya pun sering berbuat hal seperti itu. Justru seharusnya saya yang berubah dan harus berubah. Sebuah kekesalan bisa dibicarakan secara baik-baik kepada orang lain dengan meberikan alasan yang logis, saya terkadang melupakan poin ini. Rasa kesal dan amarah, justru bisa menurunkan kadar kecintaan kita terhadap orang lain, maupun kadar kecintaan orang lain kepada kita.

3

Saya pernah membaca mengenai sebuah penyakit mental yang mengharuskan penderitanya untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang yang terus menerus, dan tidak memberikan hal yang sama kepada sang pemberi tersebut. Ketika saya menyadari bahwa mungkin saja penyakit mental itu ada pada diri saya, saya tidak berkecil hati dan sebisa mungkin berlaku layaknya orang normal. Akan tetapi, saya tidak pernah dan tidak akan setuju dengan hal tersebut. Sudah sewajarnya si penderita mulai mempelajari bagaimana caranya bisa memberi cinta kepada si pemberi tersebut. Cinta yang suci memang sudah sewajarnya untuk selalu memberi dan tidak mengharapkan balasan. Agar saya bisa, setidaknya bisa terlihat sedikit normal, saya pun mulai memberanikan diri untuk belajar mencintai tanpa pamrih. Selalu memberi dan tak akan pernah berhenti.

4

a logical and simple reason “why i have to give so much love to the giver!”

5

i also decided to be a giver! 🙂 it’s such a pleasure if i can give a A LOT of love too!!

Mungkin hal tentang cinta, hanya sedikit yang saya bisa bagi kepada pembaca. Semua itu adalah pendapat dari hasil pemikiran saya. Kalau saja ada yang tidak setuju, saya berbesar hati menerimanya, kalau ada yang merasa pendapat saya ada yang kurang, boleh untuk menambahkan. Semoga saja dan saya selalu berharap kepada diri saya sendiri, bahwa saya bisa konsisten dengan keputusan yang saya ambil ini : mulai mencintai setiap makhluk dengan cinta yang suci.

6

7