Give Your Lip a Good Treatment

Sewaktu masih sekolah dulu, aku termasuk orang yang masih kurang peduli terhadap perawatan diri sendiri, terutama untuk bibirku. Bibirku ini tipe-tipe yang bandel, cepat keringnya, pecah-pecah, ngga enak dilihat deh. Pertamakali beli lip balm, iseng-iseng aja. Lip balm yang aku beli pertamakali adalah lip balm merk Lip Ice Sheer Color, lebih tepatnya sih lip balm tint kali ya. Sesudah si lip balm tersebut habis, aku ga repurchase lagi, karena apa? Karena faktor M alias MALAS! Hehe. Sampai pada suatu hari.. pas kencan, ceritanya lagi jadi ABG centil gitu deh hahaha, pasanganku bilang “Itu bibirmu kering banget sih! Coba ini minum biar ga terlalu kering bibirnya”. SEMENJAK SAAT ITULAH… aku, akhirnya, peduli sama perawatan bibir sendiri!! HUAHAHA. Rada-rada sensi ya kalo pasanganku sendiri ngomentarin hal-hal seperti itu, daan.. ya, karena masih anak sekolahan, masih rada-rada belum mengerti merawat diri sendiri, masih belum ngeh tentang skincare. Akhirnya, aku pun mulai menjadi seorang pengumpul lip balm! Hahaha. Ya tentunya aku juga memperbanyak minum air putih sih biar ga dehidrasi dan tetap menjaga bibir aku ini ga kering.

beauty3

Ya, di postingan kali ini aku mau berbagi cerita, mau nge-share, tentang pengalamanku dan bibir sialan keringku ini. Bibir kering, bukan hanya tidak enak dipandang mata ya, tetapi juga membuat pemakaian lipstick menjadi acak-acakan! Benar-benar kelihatan bagian yang kering dan mengelupas.. hiks. So, sehabis Lip Ice, lip balm lainnya yang aku beli adalah lip balm dari Oriflame, Nivea, Maybelline, Khalisa, dan Sierra Bees. Oh ya selain melembabkap bibirku dengan lip balm, aku juga rajin pakai scrub bibir.

Yuk, kita mulai aja reviewnya satu per satu😀

  1. Lip Ice Sheer Color Pink

Lip balm dengan merk Lip Ice ini mudah banget kalian dapatkan di toko-toko swalayan terdekat, seperti Alfamart, Indomaret, AlfaMidi, Lawson, Sevel, Hypermart, Giant, Carrefour, dll. Pokoknya, bisa didapatkan dengan mudah deh. Bentuknya memanjang dan agak tipis ya, pemakaiannya hemat, ngga memakan banyak tempat (karena bentuknya yang langsing! Hihihi), dan sehabis dipoles ke bibir akan muncul warna pink alami di bibir. Harganya juga ngga mahal kok, pas untuk anak sekolahan. Aku ngga repurchase lagi karena seperti yang aku bilang, aku masih belum ngeh tentang perawatan diri sendiri. Btw, maaf yak arena belinya duluuuuu banget dan sudah ngga ada barangnya (yaiyalah sudah ku buang), jadinya comot contoh foto di mbah google saja yaa. Overall, penilaianku untuk si Lip Ice ini, 2/5 lah ya.

lip-ice-sheer-color-bubble-gum-22g

sumber : google.com

  1. Oriflame Tender Care Blackcurrant dan Oriflame Very Me Lip Balm

Ini pelembab bibir kedua yang aku beli setelah Lip Ice. Waktu itu beli karena teman ada yang jualan oriflame. Selain untuk bibir, bisa juga dipakai untuk melembabkan siku maupun telapak kaki yang kering. Aku sih pakainya buat bibir saja ya, biar hemat-hemat lah hahaha. Ada berbagai rasa, tetapi waktu itu temanku menyarankan yang blackcurrant ini (waktu itu, blackcurrant ini rasa terbaru). Tender care ini bukan tipe stick, tetapi tipe yang in jar. Sebenarnya agak kurang steril sih ya, karena kan langsung dicolak-colek memakai jari tangan. Walaupun jar-nya kecil, tetapi isinya padat dan lamaaaaa sekali habisnya. Wangi yang blackcurrant ini enak. Daya melembabkannya oke tapi.. hmm.. membuat bibirku terasa agak berminyak gitu ya. Ketika aku minum dan terkadang si tender care ini bisa ikut terbawa arus air minumku juga, tetap bikin bibirku lembab sih, ga balik jadi kering lagi. Kekurangan lainnya sih mengandung petrolatum, karena aku sudah perlahan beralih ke skincare alami, aku berusaha menghindari bahan ini, petrolatum juga diduga penyebab karsinogenik😦 . Kalau untuk harga sih ngga terlalu mahal ya (maaf lupa lagi nyatet harganya -_-). Kalau untuk repurchase sih sepertinya ngga ya karena aku lebih suka yang tipe stick, lebih praktiiiis. Untuk tender care ini, aku kasih penilaian 2.5/5 deh.

342259_63c6bc78-bda7-11e4-89b7-8f862523fab8

Ini tender care-nya. Punyaku entah ku taruh dimana, ku comot contoh gambar dari google aja ya :p

Sedangkan untuk Very Me lip balm, kebalikan dari si tender care, lip balm ini sticky banget tetapi lumayan lah kalau untuk melembabkan bibirku. Sehabis pemakaian lip tint, lip balm Very Me ini membuat bibirku tampak mengkilap alami, terlihat sehat banget deh. Kemasannya kecil, ngga memakan tempat, ada lip applicatornya juga. penilaian dariku, 3/5 deh. Repurchase Tender Care dan Very Me? sepertinya ngga ya, karena harus pesan dari orang yang member oriflame -_- agak repot jadinya.

BeautyPlus_20160425175023_save

Udah ku pakai berkali-kali nih.. udah kotor :”) haha

  1. Maybelline Baby Lips Pink Lollita

Entah mengapa ya, aku sepertinya suka banget dengan lip balm tint warna pink. Ada warna lainnya sih ya. waktu itu karena melihat review salah satu beauty blogger, akhirnya aku penasaran dengan lip balm ini dan aku beli deh! Yohoho. Aku beli di DanDan Store seharga… duh berapa ya. mungkin sekitaran 30ribuan. Lupa deh hahaha. Lip balm ini kalau untuk warna pinknya, lebih oke dibandingkan Lip Ice ya. kalau untuk melembabkan… lumayan sih, tetapi tetap saja kalau kena air pas minum, si lip balm ini daya melembabkannya berkurang, lama-kelamaan hialng deh, dan bibirku kembali agak kering lagi. Repurchase? Hmmm.. kalau lagi kepepet sih dan butuh lip balm tint, aku akan repurchase lagi, soalnya faktor mudah didapat juga, bisa langsung beli di toko swalayan terdekat. Penilaianku untuk si Baby Lips ini 3,5/5 deh karena daya melembabkannya itu loh kuraaang😦

BeautyPlus_20160425174240_save

Tadinya ada plastik pembungkusnya tetapi udah kebuang ya duh :”) by the way, hati-hati ya dengan produk baby lips palsu!! selalu beli di tempat yang terpercaya dan kalau bisa di toko swalayan saja

  1. Nivea Essential Care With Shea Butter

Kalau ditanya lipbalm favoritku, mungkin ini lip balm favorit runner up ya alias di peringkat kedua!😀 dari segi kemasan, daya melembabkan, jawara banget deh si nivea ini! Termasuk lip balm yang akan aku repurchase!! Lip balm ini berbentuk stick tetapi kemasannya agak gendut-gendut gitu ya, lebih gendut daripada kemasan Maybelline baby lips, tetapi aku justru sukaaa! Warnanya kemasannya biru (pada tutupnya) dan putih (pada sticknya, aku justru sukaa banget. Ngga girlie banget sih ya, sederhana, tetapi okeeee banget, bisa dipakai buat cowok juga nih karena kemasannya ga terlalu cewek banget. Mengapa termasuk lip balm favoritku? Karena ketika bibirku sedang dalam keadaan kering kerontang dan parah banget, lip balm dengan shea butter ini benar-benar melembabkan dan membuat bibirku kembali muluuuuuuuuussss seperti jalanan yang baru diaspal! Hahaha. Kalau untuk wanginya sih ya biasa aja, ini juga bukan tipe-tipe tinted balm lah. Mudah juga didapatkan di toko swalayan terdekat, waktu itu aku beli di Hypermart dengan harga hamper mau 30ribuan deh, 20ribu lebih gitu, maaf ya lupa! Aku kalau beli sesuatu justru lupa banget nyatetin harganya. Kekurangannya, lip balm ini agak sticky kalau aku sedang minum, lip balm yang di bibirku ini nempel-nempel dibibir gelas dan membuat bibir gelasnya menjadi…. Seperti sehabis terkena lem deh! Ampun. Lip balm ini juga cepet banget habisnya deh. Jangan dikeluarkan berlebihan ya, karena rawan patah! (punyaku patah itu, untungnya ga parah). Untuk penilaian, aku kasih rate 4/5 deh, repurchase ga? PASTINYA DONG!😀

BeautyPlus_20160425174308_save

Desainnya simple dan unisex🙂

  1. Khalisa Lip Balm Varian Pink Bubble Gum

Sewaktu membeli lip balm Nivea, aku iseng-iseng melihat lip balm merk Khalisa ini. Buatan dalam negri kok, dan kalau kalian muslim, lip balm ini ada sertifikat halal MUI juga, jadi ga perlu khawatir. Awalnya sih aku tertarik membeli lip balm ini karena wangi bubble gumnya itu loh! Bikin penasaran! dan ada pewarna pinknya juga. Kemasannya mirip dengan Lip Ice, tetapi lebih ramping lagi, jadi ga makan tempat banget lah (hati-hati hilang ya!). Hal-hal yang aku sukai dari lip balm Khalisa ini : harganya murah, mudah didapatkan di toko swalayan terdekat, wanginya permen karet banget!!, untuk pewarna pinknya lebih soft daripada Maybelline atau Lip Ice. Kekurangan dari lip balm tint ini : daya lembabnya kurang.. hiks. Bibirku ini butuh banget perawatan ekstra, butuh daya melembabkan yang super banget deh. Walaupun ga se-sticky Nivea, cepat meresap juga, tetapi daya lembabnya tetap saja kalah saing. Mungkin karena khalisa ini memakai olive oil sebagai bahan pelembab utamanya, berbeda dengan Nivea yang memakai shea butter? Entahlah. Sejauh ini sih lumayan lah, harganya lebih murah daripada Nivea dan Maybelline. Penilaian dariku 3/5, kalau untuk repurchase? Hmm.. sepertinya ngga ya.

  1. Sierra Bees Natural and Organic Lip Balm

Lip balm terakhir ini, lip balm yang menjadi nomor satu, numero uno, sang juara, pokoknya favoriiiiiittt akuuu bangeeeeet!!! Hahaha. Sekarang, aku sedang beralih ke skincare yang berbahan alami serta organik. Sierra bees ini ada sertifikat organiknya, komposisinya pun ngga terlalu banyak dan bahan-bahannya natural semua deh. Cinta banget dengan lip balm yang satu ini. Ada berbagai varian rasa, untuk contoh di bawah ini yang rasa pomegranate ya. Daya melembabkannya oke banget. Aku kalau pakai pas malam hari, bibirku tetap lembab sampai bangun tidur keesokan harinya, ngga sticky. Untuk kemasannya, sama seperti kemasan Maybelline Baby Lips dan Nivea Essential Care, tetapi Sierra Bees agak sedikit banget banget lebih ramping. Desainnya juga sederhana kok, ada tulisan Sierra Bees-nya dan gambar lebah catik, ada logo USDA Organic juga di kemasannya, kalau varian yang pomegranate ini berwarna merah ya, dan yang lucunya adalaaah si Sierra Bees ini ada safety seal-nya. Kalau segelnya itu belum rusak, dijamin deh isinya masih baru. Kalau mau tau, komposisi untuk varian pomegranate ini : Extra virgin olive oil*, beeswax*, natural flavor, sunflower seed oil*, non GMO vitamin E, pomegranate oil*.  (*) = organic

BeautyPlus_20160425174324_save

Kekurangannya adalah si lip balm ini kalau dibiarkan di tempat terik panas matahari, cepat lumer, tetapi lumernya dikiit banget, bisa diakalin dengan menaruhnya di kulkas lagi. Review dari beberapa blogger di luar negri, mereka memang purchase lip balm ini pas winter, karena ya itu tadi, mudah lumer, tetapi susah kalau di Indonesia kan negara tropis toh. Oh ya sama seperti lip balm Khalisa yang mengandung olive oil, Sierra Bees ini juga mengandung olive oil tetapi karena bahannya benar-benar natural, sedikit tercium bau-bau khas olive oil. Awalnya bagiku agak mengganggu sih ya, tetapi setelah pemakaian berulang kali sih biasa-biasa aja, justru wangi olive oilnya tertutup dengan wangi pomegranate, jadinya seperti permen jelly gitu wanginya! Enaaak! Diicip dikit juga ngga masalah sih hehehe. Kekurangan lainnya adalaaaaah belinya harus online karena belum tersedia di toko swalayan di Indonesia tetapi tenaaaaang! Aku soalnya ngejual lip balm ini juga, sekalian stock buat diri sendiri (masih ada varian coklat, mint, honey, dan shea butter plus argan oil yang belum ku habisin loh! Saking cintanya dengan lip balm ini hehe). Kalau kalian mau coba lip balm ini, bisa line aku ya (ada di bagian contact juga ID Line aku). So, penilaianku buat lip balm ini 4.5/5 dan akan SELALU aku repurchase!

BeautyPlus_20160424190031_save

Ada banyak varian rasa! kalau kalian tertarik, Line aja ke @nqa5890m atau cek Instagram di @greenivysh

Selain merawat bibirku dengan lip balm, aku juga memakai scrub bibir. Untuk kalian yang bibirnya ngga rewel seperti bibirku, scrub untuk bibir memang ngga terlalu diperlukan ya, tetapi beda denganku loh. Kalau untuk bepergian atau ada acara tertentu yang mengharuskan aku menginap di suatu tempat, aku biasanya membawa scrub bibir dari Etude House, sedangkan kalau ada waktu luang dan sedang tidak bepergian, aku racik sendiri scrub bibirku.

Sedikit ulasanku tentang lip scrub dari Etude House ini. Lip scrub ini ampuh banget untuk membuat bibirku menjadi haluuuus dan lembuuuut banget, pemakaian lipstick pun jadi tambah oke! No more chopped lip lagi deh, no negative comment dari pasanganku tercinta. Mengapa aku lebih suka membawa lip scrub ini? Padahal kan lip scrub juga bisa dibuat sendiri? Karena kemasan lip scrub dari Etude House ini dijamin ngga akan tumpah-tumpahan dan ngga akan dimakanin semut. Aman dibawa bepergian. Cara pakainya pun mudah, lip scrub dikeluarkan dari tube-nya dan baurkan di bibir, pijit bibir perlahan, diamkan sekitar 1-2 menit, kemudian bilas pakai air hangat. Kalau sedang buru-buru sih pakai air biasa juga ngga masalah. Kemudian dibersihkan dengan menggunakan tissu, lap sampai bersih ya dan kering. Kemudian kalian bisa memakai lip balm favorit kalian deh, atau kalau mau pakai lisptik ya silahkan aja. Mau pakai lip tint pun lebih oke karena si bibir kan sudah halus sehabis discrub. Harganya ngga terlalu mahal sih untuk seukuran mini seperti itu ya (lagi-lagi aku lupa catat harganya berapa). Aku waktu itu beli online sih karena di sekitaran kosanku ngga ada toko Etude House, tetapi kalau kalian di daerah Jakarta pasti mudah menemukan tokonya kok (contohnya aja di TA). Penilaianku untuk lip scrub ini 3,5/5 dan repurchase?? Sepertinya aku mau coba lip scrub dari Innisfree deh, repurchasenya nanti-nanti lagi ya :p (maaf ya lip scrub, kamu aku selingkuhin duluuu).

BeautyPlus_20160425174340_save

Tetapi karena aku juga sedang mengurangi penggunaan skincare pabrikan dan beralih ke skincare alami, organik, terkadang aku membuat DIY lip scrub juga. Bahannya mudah kok.

  1. Siapkan bahan-bahan utamanya. Gula terutama gula yang berwarna kuning ya (brown sugar juga boleh), jangan yang putih. Siapkan juga olive oil atau VCO (minyak kelapa), terserah kalian mau pakai yang mana, kalau aku sih tergantung bahan-bahan yang lagi nganggur di rumah ya hahaha. Kalau bibir kalian kering banget seperti bibirku, boleh memakai madu juga. Siapkan juga essential oil, tetapi kalau ngga pakai juga ngga masalah kok. Kalau kalian suka vanilla, bisa ditambahkan ekstrak vanilla juga. Essential oil dan ekstrak vanilla itu tambahan kok, menambah wangi aja sih, kalau ngga pakai ngga masalah.
  2. Ambil 2 sendok teh gula pasir kuning atau brown sugar (tergantung yang kalian pakai), taruh ke dalam wadah kecil / jar kecil (kalau bisa jar yang dari kaca ya). kemudian tambahkan ¼ sendok minyak (olive oil / VCO / almond oil, terserah kalian lebih suka yang mana) dan ¼ sendok madu. Kemudian tambahkan essential oil (biasanya sih yang enak ya orange essential oil, peppermint, dan lemon) dan ekstrak vanilla (optional ya). Aduk rata semua bahannya, dan selesaaai!! Kalau ada bahan berlebih di rumah, bisa kalian tambahkan bubuk kopi, bubuk cacao, atau bubuk kayu manis.
  3. Ingat ya, komposisinya kurang lebih 80% gula dan 20% minyak dan bahan-bahan lainnya. Kalau kalian mau sekali pakai saja, ngga untuk disimpan dalam waktu lama, bahan-bahannya bisa dikurangi kok. Semisal gulanya hanya ½ sendok, minyaknya sekitar 10-15 tetes dan madunya 6 tetes aja. Kalau kalian bikinnya agak banyak, jangan lupa ditutup yang rapat ya dan simpan di tempat yang kering, jangan di tempat lembab / di kamar mandi, dan jangan taruh di kulkas karena akan mengeras. Hati-hati juga dengan semut ya! karena bahan utamanya kan memakai gula.

Terakhir, ulasan tentang perawatan bibirku yang terakhir banget nih ya, aku kalau lagi iseng-iseng mampir ke The Face Shop, aku beli lip masker. Bebe Lip Mask dari The Face Shop ini biasanya aku pakai kalau aku mau datang ke acara tertentu, semisal kondangan, atau ada acara seminar, atau mau gala dinner bareng pasanganku :p hehe. Sambil memakai masker wajah lembaran (Facial Sheet Mask), aku juga pakai masker ini untuk memberikan kelembapan pada bibirku. Pokoknya aku pakai ini kalau sedang terburu-buru dan menghadiri acara tertentu aja. Satu masker ini hanya untuk sekali pakai, ada dua lembar untuk bagian atas dan bawah bibir. Untuk membantu memperbaiki kondisi bibirku, terbilang lumayan lah, dan dibantu dengan lip scrub dari Etude House. Harganya.. kalau beli di toko langsung sih terbilang lumayan mahal :”( sekitar 80ribuan kalau ku ngga salah ingat sih ya. Alternatif lain sih kalau aku sehabis mandi dan ngga bepergian, pengganti masker bibir ini ya madu saja. Aku oleskan madu di bibirku, setelah kurang lebih 5 menit, aku bilas dengan air hangat / air biasa juga ngga masalah. Pokoknya sekreatif mungkin deh aku merawat bibirku ini biar ngga kering seperti dulu lagi😉

BeautyPlus_20160425174647_save

Sekecil apapun usaha kalian untuk merawat diri kalian, pasti akan ada hasilnya kok. Ingat pesanku ya, lebih baik memakai produk perawatan tubuh yang dijual di pasaran, membuatnya sendiri (DIY), ataupun kalau membeli online pastikan dari produsen yang terpercaya dan atau dari perusahaan yang jelas. Walau hanya perawatan sepele seperti perawatan bibir, tetapi jangan sampai kalian beli produk yang abal-abal ya, rugi uang dan rugi tubuh kita karena efek negatifnya pasti kan ke tubuh kita juga. So, pastikan selalu membeli produk perawatan yang aman ya! stay healthy and pretty!😀

 

Let The World Know, The First Deaf Cafe in Indonesia!

Tempat tongkrongan anak muda zaman sekarang, kalau ngga di mall, ya di cafe, tetapi ngga tau deh ya mungkin ada yang punya tempat tongkrongan di puncak gunung, tepi sungai, atau tengah-tengah kuburan?? hehe *abaikan*. Kalau ngomongin tentang cafe.. duh udah menjamur lah ya, selain buat tempat tongkrongan anak muda, tempat buat makan juga dong. Proses menggendutkan perut dan mengosongkan isi dompet banget itu hahaha. Kalo aku sih.. lebih milih ngegelendot di kasur aja deh..! enak, empuk, ga bikin pegel, plus isi dompet terlindungi!!!😀

 

 

Saking menjamurnya cafe-cafe di Indonesia, tetapi hanya sedikiiiiit banget yang memiliki keunikan tersendiri. NAH! contohnya cafe yang satu ini, guys~~! ululululululu~

 

 

Ada yang tau deaf cafe? anyone? no one??? hayoooo, kalo belum tau, kalian harus cek-cek deh cafe unik yang satu ini. Cafe ini khusus mempekerjakan orang-orang yang pendengarannya kurang alias deaf alias tuna rungu, nama cafenya adalah Fingertalk Cafe. Berlokasi di Jl. Pinang no. 37, Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan. Cari aja di google maps, pasti ketemu deh lokasinya.

 

FT maps

Tuh kan, langsung nampang di google maps! 😀

Pengalamanku pas pergi ke Fingertalk Cafe, rumahku padahal sama-sama di Tangerang ya (tapi Tangerang kabupaten, deket-deket lipo lah), berangkat dari rumah entah jam setengah 8 atau jam 8, pas nyampe….. sekitaran jam setengah 10 kali ya -_- astaga. Kurang travel friendly itu tempatnya sih hahahaha. Rada mojok-mojok, lewat jalan meliuk-liuk mirip banget di puncak dah, belum lagi medan tempurnya eh maksudnya jalanannya itu.. masih ada yang dalam perbaikan sana-sini. Bahasa singkatnya sih, bisa diartikan kurang strategis ya. Kekurangannya itu aja sih. Kalau suasananya… bener-bener ibarat masuk rumah deh. Adem, nyaman, tempatnya luas, tempat parkiran juga pasti ada dong.

IMG-20160323-WA0002

IMG-20160323-WA0001

IMG-20160323-WA0003

IMG-20160417-WA0009

IMG-20160417-WA0010

IMG-20160323-WA0000

Ini yang jadi kokinya teman-teman kita yang deaf loh guys! keren ya mereka! semua staff yang dipekerjakan di Fingertalk Cafe ini deaf semua loh! tetapi mereka ramah-ramah, sopan, cantik-cantik dan ganteng-ganteng :p hahaha

IMG-20160323-WA0004

aiiihh.. bikin ngilerrr inii hahaha ^_^ langsung scroll ke bawah aja ya sebelum air liur kalian menenggelamkan Indonesah :v

Siapa pelopor alias orang yang ngasih tau tentang cafe unik yang satu ini?? siapa lagi kalo bukan papah gueh yang keceh :v *pah, lambaikan tangan*. Awalnya karena hubungan bisnis, ujung-ujungnya nge-whatsapp aku deh.. pamer-pamer habis dari cafe -_- ye lah, terserah kau pah -_- dan gue juga langsung kepincut lagi, kepo-kepo pengen ke cafe itu :p

IMG-20160417-WA0006

Kiri itu yang cowok (iyalah cowok) papah ku, entah cengar-cengir karena habis makan di cafe atau karena mau godain anaknya ya pamer-pamer gitu hahaha. Yang dikanan itu ibu-ibu siapa?? yang jelas bukan ibu ku loh ya, nanti aku akan cerita lebih lanjut di bawah~!

Jadi, sobat, papahku itu memang lagi ada hubungan bisnis dengan ibu dari pemilik Fingertalk Cafe. Nah, ibu-ibu di foto yang di atas itu noh ya, yang putih, cantik, keceh, dan ramah itu, namanya ibu lisma. Si ibu ini lagi mempersiapkan hadiah yang is-ti-me-wah buat anaknya, si pemilik Fingertalk Cafe. So, bu Lisma ini pakai jasa desain papahku deh, cerita lebih lanjut nanti ya. Oh ya, pemilik cafe ini namanya adalah Dissa Syakina Ahdanisa atau yang ku panggil dengan sebutan kak Dissa.

IMG-20160417-WA0002

Ini si ibu cantik lagi asyik makan. Bagi dong buuu :”D bikin ngiler aja nih makanannya enak-enak sih!! :3

Mau tau lebih lanjut tentang pemilik Fingertalk Cafe?

010673400_1456226157-DSCN5750

Ini dia kaka Dissa! kakak yang cantik, baik hati, ramah, pinter bergaul, dan care banget dengan sahabat-sahabat kita yang deaf. Kalau di game The Sims sih, kak Dissa ini kemampuan sosialnya oke banget ya, bisa jadi friends of the world❤

Berikut ini sedikit cuplikan tentang kak Dissa, sumber dari next enterpreneurs blog :

Dissa Syakina Ahdanisa adalah seoraang gadis berumur 25 tahun alumnus Universitas New South Wales, Australiajurusan perbankan. Dissa adalah anak sulung dari empat bersaudara.

Walau mendalami bidang perbankan, Dissa tidak terjun dibidang bank namun pada Mei 2015, Dissa mendirikan Finger Talk Cafe. Sebuah kafe di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan memberikan konsep yang unik dan berbeda bagi penikmat kuliner. Seluruh pegawainya mulai dari pramusaji, juru masak hingga kasir adalah seorang pengidap tunarungu.

Semua ini bermula dari keinginan Dissa yang ingin mengikuti jejak sang ibu untuk bisa membantu kaum tunarungu.Dissa ingin mewujudkan impian untuk bisa membangun ”sesuatu” bagi para deaf atau tunarungu.

Dissa mengungkapkan, keinginan itu sempat redup karena minimnya pengetahuan bisnis. Tak punya koneksi dengan komunitas deaf juga membuat dia susah untuk diterima pada awalnya. Namun rasa sosial itu muncul kembali saat dia menjadi sukarelawan di Nikaragua, Amerika Tengah, pada 2004. Di sana dia menemukan sebuah kafe dengan seluruh pekerjanya adalah seorang tunarungu dengan pemilik hearing (seorang normal yang mengerti dan bisa bahasa isyarat). Pemilik kafe itu adalah seorang  lelaki asal Spanyol—Tio Antonio, ia memberi nama kafe tersebut Café de la Sonrisas. Terinspirasi dengan Café de la Sonrisas, Dissa ingin membawa pengalamannya ke tanah air dan memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang tunarungu di Indonesia.

Setelah kembali ke Indonesia, Dissa dikenalkan dengan seorang deaf, Pat Sulistyowati, 65, pada 2014. Pat menyambut baik Dissa dan langsung menyanggupi untuk membantu. Pat adalah guru keterampilan. Dia membuka les jahit di rumahnya khusus untuk tunarungu.

Dengan bantuan tersebut, ternyata jalan Dissa untuk menembus komunitas deaf tidak semulus dugaan awal. Dissa harus menunggu hingga lima bulan, sejak Desember 2014, untuk bisa bertemu dengan seluruh karyawannya saat ini. Mereka satu per satu harus didekati dengan cara khusus untuk menyampaikan maksud Dissa. Usaha tersebut pun membuahkan hasil. Sekarang secara total ada empat pegawai tunarungu yang bekerja di Finger Talk Café. Nurul (20) sang pramusaji dari Bandung, Friska (25) asal Bali sebagai juru masak, Wawan (27) di posisi kasir asal Jember, dan Sari (30) juru masak asal Pamulang.

Setelah Dissa berhasil merekrut para tunarungu, perjuangan tidak serta-merta berhenti. Dia harus belajar agar dapat menemukan pola kerja sama yang pas dengan pekerjanya. Sebab, mereka dinilai memiliki perasaan yang lebih sensitif ketimbang karyawan yang normal.

Saat tidak nyaman dalam suatu keadaan, misalnya, raut wajah mereka akan langsung jelas menggambarkan hal tersebut. Untung, sebelum memutuskan terjun dalam dunia bisnis itu, Dissa belajar dari Pat. Dia belajar bahasa istyarat, memahami sifat-sifat mereka, serta cara berkomunikasi dengan baik kepada mereka.

 

 

 

 

Keren banget kan?? jadi, kamu mau cuma nongkrong di cafe-cafe yang biasa aja? yang ngga ada unik-uniknya?? waaaaahh nanti lama-lama kalian kudet loh guys! hihihi.

 

 

Aku juga sudah berkunjung ke cafe ini, tapiiiiiiiii.. pas lagi ada acara gitu. Padahal aku sih pengennya ya, pas lagi hari-hari biasa. Pas tanggal 17 April kemarin, ada acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe, dan karena papahku udah bantu-bantu bu Lisma buat ngasih kado is-ti-me-wah ke anaknya itu, papah diundang juga ke acaranya. Si papah ngotot suruh ku pulang balik ke Tangerang pas minggu itu juga -_- yaudah mau ngga mau kan aku dateng ya ke sana. Acaranya seru kok! hehe.

 

 

IMG-20160417-WA0011

Buku ini yang jadi hadiah buat kak Dissa. Papahku yang bikin desain bukunya, kerjasama dengan teman papahku yang jadi editor naskahnya. Ini foto juga “boleh comot” dari hp papah hehehe😀 -> ketauan jahilnya kan :p

Di acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe, ada penampilan-penampilan dari teman-teman deaf kita loh. Ada cuplikan-cuplikan tentang Fingertalk Cafe yang masuk di acara tv, bukan acara tv lokal saja tetapi juga mancanegara! wow! give applause!😉 yang menariknya, acara ini ada dua jubir loh, jubir yang pakai mulut dan pakai tangan! alias bahasa isyarat ya. Seru banget deh acaranya. Teman-teman kak Dissa dari mancanegara juga ikutan datang loh! wooooooow banget kan hahaha. Aku juga jadi ikutan belajar bahasa isyarat deh, ya walaupun cuma dikit-dikit sih. oh ya sedikit OOT nih, waktu itu juga aku sebenarnya udah belajar-belajar tentang bahasa isyarat Indonesia atau disingkat dengan BISINDO. Aku sudah menghafalkan bahasa isyarat alfabet a-z tapi entah kenapa cepet lupanya -_- dan itu tuh murni karena aku mau jadiin referensi buat bahan cerita aku (aku lagi bikin cerita tentang tokoh utama yang punya kelainan mental plus seorang yang tuna rungu juga). Aku merasa beruntuuuuung banget bisa punya pengalaman datang ke acara Awesomeversary-nya Fingertalk Cafe! bisa jadi nambah-nambah bahan referensi buat cerita aku! entah kebetulan atau bukan ya, tapi memang ngga diduga banget! anyway.. semoga aja ya cerita yang lagi aku bikin itu, masih dalam tahap perkembangan itu, bisa selesai dan tuntas ya! >,<//

IMG-20160417-WA0000

Ini aquarium yang ada di cafe, aku iseng-iseng foto aja hahaha :p memang anak aneh dah aku, foto-foto ngga jelas aja

IMG-20160417-WA0013

Itu papahku (kanan, pakai baju putih) , teman papahku namanya Om Fadli (kiri, pakai kemeja kotak-kotak) ,  aku sengaja minta foto mereka berdua karena mereka berdua ini, tim hore-nya ibu Lisma, yang bantuin bikin “surprise gift” berupa buku buat kak Dissa

IMG-20160417-WA0012

Ini bapak-bapak makmur bahagia yang asik lagi foto-foto di photobooth-nya Fingertalk Cafe. Foto eikeh kemana dong?? kok ga nampang?? cari aja di IG aku ya guys :v @aparamitaf (males nampangin foto diri sendiri ya wkwkwkwk)

IMG-20160417-WA0003

Iya deh nampangin foto eikeh juga ya, tapi coba tebak eikeh yang mana hayoooooo?? yang manaaaa?? WKWKWKWKWK :p cari yang paling pojooookkk rambut item dengan belahan samping :v

IMG-20160417-WA0026

IMG-20160417-WA0020

IMG-20160417-WA0019

Btw, itu ka Dissa yang di atas panggung, pakai baju putih dan kerudung jingga. Jangan terkecoh dengan bawahannya ya, Ka Dissa itu pakai celana loh bukan rok wkwkwk. Kata papah sih ka Dissa ini rada tomboy? bener ga kak??😀

IMG-20160417-WA0017

IMG-20160417-WA0015

Nah, yang ini barisan dan kumpulan teman-temannya ka Dissa. Ada yang dari Singapur, Tunisia, Jepang, Amerika. Pokoke yang bule-bule pada ngumpul di sini. Rata-rata orang yang hadir di acara ini ya sama seperti ka Dissa, orang-orang yang peduli dengan teman-teman deaf, ada juga yang memang mereka itu tuna rungu dan menjadi temannya ka Dissa juga, ada juga dari kelompok deaf Indonesia -_- duh banyak deh pokoknya ya -_- aku ga bisa hafalin satu-satu :”D 

Hah… capek juga ya nulis review begini hahaha. Puas banget deh di cafe yang satu itu. Kapan-kapan, kalian harus ke sana ya, cocok itu buat sekedar kongkow-kongkow sama teman, buat yang mau malem mingguan juga ke sana aja. Tempat nyaman, makanan enak-enak pake banget deh enaknya, pelayanan oke dan ramah, cafenya unik dan hati-hati kantong kering. Ini murni review aku sendiri loh ya, bukan promosi. Kalian juga mau jadi bagian dari keunikan cafe ini?? just come to Fingertalk Cafe and let the world knows the first deaf cafe in Indonesia!! share your unique experience here with your friends and besties!!😀

 

Aku Baper, Bukan Lemper

Jadi, di posting ini, aku mau curhat. Boleh lah ya, kan di blog sendiri loh! Hahaha. Awal tahun 2016 ini, ga terlalu bagus untuk aku, tetapi aku tetap S-A-B-A-R. Banyak-banyak ngelus dada kalo ada kejadian ga menyenangkan, nahan tangis kalo ada sesuatu yang bikin aku sakiiiiiit hati, berusaha untuk me-mind set pikiran aku untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. Singkat kata, keadaan gue secara mental, jauh dari kata “baik-baik saja”.

            Semakin aku bertambah umur, semakin aku sadar bahwa aku hanya bisa hidup dengan beberapa orang saja, mungkin satu atau dua orang saja yang bisa menerima aku dan aku bisa menerima mereka. Aku pun sering beranggapan bahwa.. susah ya berteman, susah ya bersosialisasi karena dalam melakukan hubungan sosial dengan orang lain harus pandai bersandiwara. Lelah, capek, bosan, hilang gairah, ditambah lagi dengan keadaan aku yang pemalu dan introvert.

            Aku pribadi yang kalo udah sayang sama orang, bakalan sayang banget dengan tulus. Ini, INIII kebiasaan buruk aku yang berakibat aku banyak disakiti orang lain. Semenjak aku kenal sosok Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi) dan nonton film-film di DAAI TV, aku bertekad untuk selalu jadi orang baik. Pernah kecewa sama diri sendiri karena aku digoblokin orang terus ya, atau aku sekedar membuat kesalahan dan ngelupain janji aku buat jadi pribadi yang baik. Ya, toh aku juga manusia, seenggaknya aku masih punya keinginan untuk jadi pribadi yang lebih baik. Mungkin segelintir orang akan memicingkan mata padaku kalau aku memilih menonton drama-drama di DAAI TV, tetapi memang dramanya ga sembarangan dan justru bikin aku sadar bahwa aku harus jadi orang yang lebih baik lagi.

            Dari sekian banyaknya masalah yang pernah aku hadapi, paling pelik ketika memiliki masalah dengan manusia. Contohnya aja ketika aku digosipin. Mana pernah aku mau ngegosipin orang lain loh, bahkan aku pilih buang muka atau tutup telinga walaupun aku bersama teman-temanku yang.. mereka sedang ngegosipin orang lain. Begitu halnya dengan orang-orang yang baru sesekali aku temui, atau bahkan penulis blog lain. Ternyata, ga semua orang baik. Aku baru sadar ketika ada seorang penulis blog yang sangat aku kagumi tulisan-tulisannya, tetapi dia di akhir postingannya.. justru dia tidak menghargai pembaca blognya, membuat tulisan yang menyindir para pembacanya, dan aku hanya bisa berkata dalam hati, “Mungkin saja dia sedang banyak kesulitan”. Semakin hari, aku semakin menyadari bahwa tidak semua orang yang ku anggap baik adalah baik.

57872618

            Ketulusan, dan ngomong-ngomong tentang ketulusan, sebisa mungkin aku pupuk hal tersebut di diri aku sendiri. Terutama kalau sedang menjalin hubungan dengan lawan jenis. Hmm, aku orang yang sangat sulit untuk percaya dengan orang lain, tetapi untuk ketulusan, aku nomor satu. Lebih mudah diaplikasikannya. Walaupun orang yang menerima ketulusan aku itu justru suatu saat berbalik jadi musuhku, aku sudah ga peduli lagi. Susahnya aku untuk percaya pada orang lain, membuatku juga sempat berbelok arah dan menjadi pribadi pencemburu. Cemburu dengan siapapun, apapun, yang ga bisa aku lakukan, ga bisa aku capai. Tapi aku sadar bahwa aku ga boleh seperti itu! Dan aku meluruskan setir kehidupanku dan mulai belajar untuk mempercayai, terutama, mempercayai orang-orang terdekatku yang bisa menyayangi dan menerimaku.

            Hidup itu berat?

            Tergantuuuuuuuung!! Kalo dibawa santai ya jadi santai aja hahahah😀

Ya, episode postingan kali ini, aku memang lagi baper beraaat. Galau. Sedih. Kecewa. Perasaan ga menentu. Otak aku susah banget disuruh benernya. Pokoknya ga enak-enak deh! Sampai-sampai aku lupa untuk selalu update di blog! Hah… memang susah ya kalo lagi baper. Sekian postingan “Aku Baper, Bukan Lemper” dan lama-lama jadi laper beneran ini karena inget-inget lemper! Duh kacauuu..! hahaha.

200_s

Trust Them Because Goats Don’t Lie; Soap Bar Review

GoatMilkSign

 

Setelah puas banget pakai produk-produk dari The Bath Box, aku pun jadi tergila-gila dengan produk yang berbahan alami dengan sedikit banget bahan kimia yang dicampurkan ke dalam produknya. Di review sebelumnya, aku udah ulas sabun green tea The Bath Box. Di review kali ini, aku akan ngebahas tentang sabun susu kambingnya, lebih tepatnya sabun goats don’t lie yang original dan berbentuk bar.

Berikut ini manfaat sabun susu kambing :

goat’s milk has been used in products which aim at treating eczema and psiorasis, and it is often used in dry skin formulas. The natural lactic acid in goat’s milk means that it has a very stable and gentle pH level, thus making it appropriate for use in products formulated for sensitive skin. 1

 

Dari sumber yang berbeda, ini 5 manfaat utama dari sabun susu kambing2 :

  1. Delays signs of skin aging
  2. Not a chemical counterfeit
  3. Anti-inflammatory properties
  4. Loaded with essentials such as vitamin C, D, B1, B6, B12, and E.
  5. Treats acne

 

Dari website resmi The Bath Box :

For those people with dry skin, sensitive skin, safe enough for baby. There are no added fragrances or colors. It’s just plain, good for your skin.

 

Awalnya aku berpikir, kalau aku pakai sabun susu kambing ini untuk wajahku juga, apakah cocok buat wajahku yang bertipe kombinasi (normal cenderung berminyak)? aku takut banget kalau sabun ini justru bikin muka ku kayak kilang minyak nantinya. TETAPI… ternyata itu hanya ketakutanku aja. Sabun susu kambing ini bikin kulit wajahku jadi lembab dan lembut banget! ngga bikin muka ku jadi terlalu berminyak. Sedangkan untuk kulit badanku? duh ampuh banget bikin kulit badan ku jadi lembab karena kulit badan aku ini keringnyaaaaa ampun-ampunan deh. Salut buat susu kambing dan racikan sabunnya si The Bath Box! hahaha.

Sebelum ku pakai sabun susu kambing dari The Bath Box, aku pernah nyobain sabun susu kambing merk lainnya tapi ku lupa merknya apa. Waktu itu sih beli di indomaret. Pernah juga si mamah beli sabun susu kambing di toko herbal, tapi.. ngga ada yang nampol. Kurang greget lah ngasih kelembapannya buat kulit badanku dan beda sama sabun dari The Bath Box karena ga bisa buat wajah. Kalau sabun susu kambing dari The Bath Box kan bisa buat wajah juga, amaaaan😀 makanya, aku jadi seneng banget pakai sabun ini, malahan, aku sekarang jadi lebih suka pakai goats don’t lie daripada sabun green tea-nya -_-

Kemungkinan aku akan re-purchase sabun susu kambingnya daripada sabun green tea-nya. Hehe.

Kemasan :

Sabun susu kambing ini aku beli yang bentuk bar, bukan yang cairnya. Sabun ini dibungkus pakai kertas motif warna hijau dan ada kertas berlogo The Bath box beserta keterangan produknya (di bagian belakangnya). Kertas yang ada logonya itu khas The Bath Box banget lah, hitam-hitam gimanaaa gitu hehe. Luarnya dibungkus lagi dengan plastik yang tebal dan di-press. lumayan berat loh ini sabunnya.

image

Tampilan depannya

image

Tampilan belakangnya beserta keterangan produk

Tampilan sabun :

Warna sabun ini kecoklatan, bentuknya kotak. Wanginya? wangi khas susu kambing, ngga terlalu menyengat. Enak banget deh wanginya, tetapi kalau udah dipakai ke badan sih ngga ada wangi apapun ya, karena sabun ini ngga pakai pewangi alias fragrance apapun, pure susu kambing banget lah pokoknya. Sabun dari The Bath Box kan detergent free, ada busa tapi dikiiiiit banget. Kalau aku ngolesin sabun ini ke badan tuh ibarat ngolesin cream pelembab deh! enak banget berasa di kulitku. waktu ku pakai ke wajah juga,pas dibilas tuh bikin kulitku tambah lembab, tapi ngga bikin tambah berminyak. Wajahku juga makin kalem sama yang namanya jerawat. Biasanya di wajahku nimbul jerawat sebiji kalau lagi pms, pokoknya masa-masa menstruasi lah, tapi pas dirutinin pakai sabun ini, jerawat jadi kalem. Aku pun jadi seneng gimanaaaaaaaa gitu!! gilaaaakkk!! baru kali ini aku BENAR-BENAR COCOK sama satu sabun! gue udah ga butuh produk sabun wajah lainnya, cukup sabun susu kambing ini aja😀

image

Ini tampilan sabun susu kambingnya, udah beberapa kali ku pakai. Awalnya sih berbentuk kotak dan sisi-sisinya agak tajam, tapi pas udah beberapa kali dipakai sih bentuknya jadi kayak begini, sisi tajamnya hilang. 

Ingredients :

Goat’s Milk, Sodium Olivate, Sodium Cocoate, Sodium Cocoa Butterate, Sodium Sunflowerate, Sodium Avocadate, Sodium Ricate, Sodium Almondate, Sodium Castorate, Glycerin, Tocopherol.

Harga :
IDR 45.000 untuk 120gr

Review Keseluruhan :

 

(+) Bahannya alami, cocok di kulit badan ataupun wajahku.

(+) Sangat melembabkan tanpa membuat kulit menjadi berminyak.

(+) Yang tipe bar lebih awet dibandingkan yang tipe cairnya.

(+) Bikin jerawat di kulitku jadi kalem.

 

 

 

(neutral) Harganya termasuk “lumayan” untuk sebuah sabun ya, tetapi kalau dilihat dari segi bahan-bahannya yang alami dan manfaatnya yang segudang, harga sebanding kualitas lah! masih terjangkau🙂

(neutral) naruh sabun ini ga bisa sembarangan karena gue takut cepat meleleh kalau ditaruh di tempat sabun biasa, jadi gue taruh di tempat yang ngga lembab dan ngga di dalam kamar mandi tentunya.. hehe.

 

 

 

(-) Hanya dijual online, jadi susah banget kalau butuh cepat.

 

 

 

 

Repurchase? ABSOLUTELY, YESS!!!

 

 

 

 

Sejenak, ketika aku sudah beberapa hari pakai sabun susu kambing dan ternyata cocok banget, aku jadi inget postingan di blognya kak Lintang (klik di sini tentang postingannya). Untuk orang-orang yang bergolongan darah B seperti aku, bahan skin care yang cocok memang salah satunya adalah susu! wah berarti aku memang harus lebih banyak nyetok skin care yang berbahan dasar susu! tapi.. kalau ada orang lain yang bergolongan B juga tetapi alergi susu sih.. sebaiknya hindari aja. Yang berdasarkan golongan darah itu kan belum tentu 100% benar ya, kalaupun benar ya untung-untungan juga. Beruntung banget deh aku akhirnya bisa nemu sabun susu kambing dari The Bath Box ini🙂 wajib banget dicoba~~ sekali coba bakalan ketagihan, termasuk ketagihan mandi.. mungkin.. bisa jadi 3-4x sehari mandinya karena asik pakai sabun susu kambing ini! haiyaaahh.. lebaynya diriku hahaha.

 

 

Toggenbergs
Mr. Goat says with big smile on his face “Trust our milk, it works!”
Thanks a lot Mr. Goat! :3

UPDATE!!

20 Maret 2016

Aku repurchase lagi loh sabun Goats Don’t Lie-nya TBB!! dibandingkan yang berbentuk bar, aku lebih prefer yang cairnya sih. Aku beli lagi yang cair (dalam bentuk botol) dan sabun barnya juga (kebetulan lagi ada promo buy 1 get 1 free!! seneng banget deh!! hehe). Badanku jadi lembab, tanpa perlu aku apply lotion pun masih tetap lembab loh kalau pakai sabun susu kambing ini. Aku agak kaget sih dengan efek brightenignya (mencerahkan), mungkin karena aku pakai terus menerus ya jadinya kerasa efek mencerahkannya🙂 seneng banget banget banget deh~~

20160320_072714[1]

 

 

Sumber :

  1. http://www.shoporganic.co.za/general-health-beauty/198-the-benefits-of-goats-milk-soaps-and-body-products
  2. http://www.naturalnews.com/040766_goats_milk_soap_personal_care_products.html

Keep The Natural Ingredients in Your Bathroom! (The Bath Box Review)

Mandi rasanya belum lengkap kalau belum sabunan ya. Belum ada sih sabun yang spesial banget buat aku. Udah banyak banget gonta-ganti sabun, mulai yang harganya murah sampai harga lumayan mahal, beli di mini market atau beli online, dari sabun dewasa sampai sabun bayi! Tapi, semuanya sama aja sih menurut aku, nothing special. Sampai akhirnya aku nemuin barang antik ini (sabun maksudnya ya) yang kandungannya detergent free!

Berawal juga dari kulit badan ku yang lebih sensitif dari pada kulit wajah (tapi tetap aja kulit wajah juga sensitif -_-), akhirnya aku agak takut pakai sembarangan sabun dan produk-produk lainnya buat badan. Pas aku nemu brandnya The Bath Box, awalnya sih mikir ini sabun apaan kali. Ku kira juga produksi luar indo, habisnya kemasannya unik dan beda banget dengan produk-produk indo yang lainnya dan nama produknya yang unik juga. Setelah aku baca lebih lanjut tentang The Bath Box dan cari review sana-sini di internet, akhirnya aku berkata dalam hati, “Boleh juga nih dicoba produknya! Produk asli buatan anak bangsa pula!”. Langsung deh aku beli~

image

Produk The Bath Box ini hampir 100% natural ingredients dan detergent free, selain ramah buat badan, ramah buat lingkungan juga! Nilai plus banget kan tuh😀

Dari sekian banyaknya produk The Bath Box, aku cobain dulu ocha liquid soap-nya dan candy scrub. Awalnya sih pengen beli yang goats dont lie, yang ada kandungan susu kambingnya, tapi berhubung sabun ocha bisa ngilangin jerawat di badan, ku cobain yang ocha deh. Kalo jerawat di wajahku, jarang-jarang datengnya dan bisa ku hajar pake vitacid atau ku diemin juga ilang sendiri, ga nyampe parah banget. Beda cerita sama badan, kadang sebel banget kalo muncul jerawat di badan entah karena salah makan, pola hidup yang ga konsisten, ga cocok sama air di suatu daerah, dan terutama ga cocok sama sabun!! Makanya, ku beli sabun yang ocha dulu aja deh. Kalo candy scrub sih karena scrub aku memang lagi kosong, yaudah ku purchase yang ini aja deh. Kemasannya juga lucu bangeetttt!!

 

The Bath Box Ocha Liquid Soap

image

image

image

Kemasan :

Sederhana dengan botol pump yang memudahkanku untuk mengeluarkan isinya dan bikin hemat pengeluaran sabunnya ya hehe. Tutupnya juga ada lock-nya, buka lock-nya tinggal diputer aja sih. Yang menurut ku tergolong unik sih kemasannya yang pakai kertas hitam dan tulisan ala vintage gitu. Banyak yang bilang di female daily forum sih ini barang dupe-nya Lush, ah tapi sebodo amet deh, yang penting khasiatnya dan buatan lokal😀

Tekstur :

Sangat cair! Lebih cair dibandingkan sabun liquid merk lain, hampir-hampir mirip sama sabun original source tapi ini lebih cair lagi :”)

Warna sabunnya coklat kehitaman, pokoknya mirip sama teh deh. Wanginya enak dan mild banget. Kalo menurutku sih mirip wangi teh hijau celup yang biasa aku minum ya! Hahaha.

Oh ya karena sabun ini detergent free, jadi ya hampir ga ada busanya sih. Mungkin sebagian orang ada yang kurang suka karena kurang greget gitu kalo ga ada busanya, tapi bagi ku ya it doesnt matter lah. Mungkin karena aku udah pernah coba sabun original source yang mirip-mirip, busanya dikit, jadi ya biasa aja sih bagiku.

Ingredients :

water, camellia sinesis, olea europaea fruit oil, cocos nucifera oil, ricinus communis seed oil, potassium hydroxide, prunus amygdalus dulcis oil, simmondsia chinensis oil, fragrance

Harga :

Rp 82.000,- untuk 250ml

 

 

 

The Bath Box Candy Scrub

image

image

image

Kemasan :

Beralih ke scrubnya. Kemasan candy scrub juga sama dengan sabunnya, berhawa-hawa hitam gitu (kok jadi berasa ni produk gothic gimanaaaa gitu :p) tapi aku suka-suka aja sih, karena aku juga penggila warna hitam. Warna hitam juga kesannya ga kotor lah, kalo kena noda dikit jadi ga kelihatan gitu hahaha. Masih dengan tulisan yang sama dengan sabunnya, unik banget pokoknya. Kemasannya mirip kemasan es krim ;p jadi kepengen ku jilat-jilat gemanaaa gituu hehe.

Tekstur :

Keras, mirip-mirip gula kalo lagi nyatu -_- ada butiran-butiran warna warninya juga! Lucuuuu bangeettt!! Pengen ku makaan aaa >,<//

Wanginya juga mirip permen banget. Enak lembut gitu deh (kapan-kapan ku icip-icip dikit deh pas mandi :v) bikin aku makin betah di kamar mandi kalo ada produk-produknya The Bath Box! Hihihi.

Ingredients :

Sucrose, water, goat’s milk, sodium olivate, sodium cocoate, sodium cocoa butterate, sodium sunflowerate, sodium avocadate, sodium ricate, sodium almondate, sodium castorate, olea europaea oil, butyrospermum parkii fruit, theobroma cacao seed butter, fragrance.

Harga :

Rp 80.000,- untuk 160gr

 

 

Penilaianku (untuk keseluruhan produk)

(+) kemasannya simple

(+) ramah lingkungan karena detergent free

(+) dari bahan-bahan alami, jadi cocok buat kulit sensitif dan rewel kayak kulitku

(+) ocha liquid soapnya aman juga buat wajah

(+) wanginya mild

(Neutral) untuk ocha liquid soap belum kelihatan hasil yang maksimal untuk menghilangkan jerawat di badan, mungkin harus sabar dan rutin pemakaiannya

(Neutral) agak pricey dari pada sabun dan scrub lainnya yang gampang aku beli di mini market atau hypermarket, tapi worth it lah buat dipakai karena manfaatnya sebanding dengan harga.

(-) ocha liquid soap boros pemakaiannya karena busanya hampir ga ada

(-) belinya online

(-) untuk scrubnya, harus benar-benar ga kesentuh sama air, harus dipindahin dulu ke wadah kecil kalo mau dipake, agak ribet

Repurchase? Of course!!!

Produk-produknya The Bath Box tuh udah jadi favorit ku nomor satu lah! Kenapa ga dari dulu aja sih ada produk ini! Jadi ku gausah beli-beli sabun lainnya! Hahaha. Kapan-kapan mau purchase produk lainnya, semisal balm, masker, face oil, dll :3

 

Saat Diriku yang Lainnya Berkata… (Final Part)

Aku memiliki kisah tentang seorang teman, saat itu dia sedang jatuh cinta. Dia berkata padaku, bahwa cinta itu tidak nyata, hanya sebatas reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Jangankan cinta, manusia pun dia tak seorang pun ia percayai. Termasuk aku, walaupun aku sahabat dekatnya. Kisah cintanya, tidak manis di awal, tidak perih di akhir, tetapi terlalu banyak sakit hati. Cinta bertepuk sebelah tangan. Temanku itu tau bahwa cinta itu tidak nyata, akan tetapi, ia tidak bisa mengendalikan pikirannya di saat itu.

Ia bertemu dengan seorang pria. Pria itu baik hatinya, punya kharisma yang tinggi, selera humornya bagus, dan dia senang berteman dengan siapa saja. Temanku itu, jatuh cinta sejak awal ia berjumpa. Ia bercerita padaku, mendeskripsikan pria tersebut. “Wajahnya yang teduh, aromanya yang manis, dan kata-katanya yang tepat sasaran, agak sedikit menyakitkan hati terkadang, tapi ia jujur apa adanya”, ungkap temanku. Aku mendengarkan ceritanya dengan serius. Ku tatap wajahnya. Pandangan matanya kosong. Ia berusaha nampak wajar, ceria, tetapi aku tau, ia memendam sesuatu yang membuat hatinya terluka, mengosongkan semua pikirannya, membuat kabur semua fokus matanya. Aku prihatin dengannya, tetapi aku tidak berucap sepatah kata pun. Aku hanya bisa mendengarkan ceritanya saja.

“suatu hari, aku dan pria tersebut, kau tau, dimabuk asmara. Kami bercumbu. Dia dari awal tau bahwa aku cinta padanya, dan dari awal pun aku tau, dia tidak mencintaiku”. Mata temanku sudah mulai berkaca-kaca. “Menurutmu, apakah aku ini egois? Atau aku terlalu manis untuk dimanfaatkan?”

Hei, hei, kau itu perempuan yang lugu, sangat polos, baik hati, tulus, kau perempuan yang sempurna!

 

Seandainya bisa aku berbicara, akan ku sampaikan itu padamu, kawan. Sayangnya, aku hanya bisa mendengarkan saja.

Pahit rasanya membina suatu hubungan yang tidak ada timbal balik diantara keduanya. Hubungan satu arah. Hanya ada pemberi dan penerima. Tidak ada saling memberi dan menerima. Hubungan seperti itu tidak baik.

Selepas temanku itu pergi, aku tetap terdiam. Bisa apa aku ini? Aku hanya bisa jadi tempat curhatmu, melihat segala amarahmu, mendengar setiap tangisanmu, bahkan aku tau, hanya aku yang tau bahwa kau sedang berpura-pura tersenyum, bahagia, ceria.

Akhir ceritanya, tidak ada akhirnya. Hubungan yang ia jalani, hanya satu arah saja. Pria tersebut, sampai akhir, masih tidak bisa menerima cinta temanku. Temanku sampai akhir, masih mencintainya, tetapi ia memilih untuk berpisah. Tidak hanya berpisah dengan pria tersebut, ia juga berpisah denganku, dengan dunianya. Aku hanya bisa menyimpan semua memori tentangnya, tanpa seorang pun yang tau. Itulah cerita cinta tentang temanku.

Saat Diriku Yang lainnya Berkata… (Bagian 2)

Aku merasa tertekan kemarin, tetapi sekarang aku sudah berangsur-angsur membaik. Ku kumpulkan segenap tenagaku untuk kembali ceria dan berbahagia. Aku melihat wajahku di cermin dan aku mendapati bayangan diriku sedang tersenyum lebar. Cantik sekali! Seandainya saja, aku bisa tersenyum seperti ini setiap hari.

Kakiku melangkah meninggalkan tempat tidur dan segera menuju ke kamar mandi. Aku mandi dengan penuh semangat dan rasanya aku tidak mau meninggalkan tempat ini dan bermain air saja seharian di kamar mandi!

“Wah, wah, ternyata diriku sudah tidak uring-uringan seperti kemarin ya? Sampai kapan kau mau tetap tidak konsisten dengan suasana hatimu? Jatuh cinta atau memang sakit jiwa sih, kau ini??”

Aku mulai cemberut mendengarkan diriku yang lainnya menggodaku seperti itu. Heh, kau pikir mengubah suasana hati itu mudah? Semudah membalikkan telapak tangan??

“Sudahlah, setidaknya, dia hari ini sudah mengisi hari-harinya dengan penuh semangat. Kau sebagai bagian dari dirinya, seharusnya mendukung suasana hatinya yang sedang bahagia dong!”

Aku merasa terselamatkan dengan kata-kata diriku yang lainnya yang sangaat baik. Ku pikir, dia adalah tokoh protagonis yang ada di dalam diriku.

“Ha! Lihat saja nanti! Dia akan kembali uring-uringan kalau melihat pujaan hatinya tidak menaruh simpati padanya!”

“Aku yakin, bahwa laki-laki itu peduli padanya! Kau jangan mengkomporinya seperti itu! Aku tidak pernah salah dengan instingku! Kita harus mendukungnya di saat dia jatuh cinta!”

“Hei, kau! Kau pikir laki-laki hanya ada satu di dunia ini?? Lalu, untuk apa kau hidup hanya untuk satu lelaki. Sementara si pujaan hatimu itu dekat dengan perempuan lain? Bahkan mantan pacarnya sendiri??”

Aku segera menyelesaikan ritualku di kamar mandi, dan cepat-cepat berganti baju. Aku tidak merasa semua hal yang dikatakan diriku yang satu lagi yang berbicara jahat itu salah. Mungkin saja ada benarnya. Aku jatuh cinta dengan lelaki yang salah, yang tidak bisa menerimaku apa adanya, yang tidak pernah mencintaiku atau sekedar jatuh cinta padaku, tak pernah sekalipun menyanjungku atau memberi respon yang baik kepadaku. Bahkan, laki-laki itu dengan seenaknya bercanda gurau dengan mantan kekasihnya. Miris sekali kehidupan cintaku.

“Ayolah, Ica! Kau harus tetap semangat! Percaya padanya. Kepercayaan itu penting dalam membina suatu hubungan. Yah, walaupun kalian belum resmi sama-sama menyatakan cinta sih..”

Ya! Aku harus tetap bersemangat!

Iseng, aku mengecek pesan yang masuk hari ini. Hah.. lagi-lagi.. hanya email tidak penting saja yang terlihat di daftar notifikasi hanphoneku, dan tunggu! Aku mendapatkan pesan darinya!

Gugup dan penuh pertimbangan. Aku berulangkali hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya. Tidak dengan ucapan “Halo” atau “Hai” saja. Ku pikir, apa yang dia rasakan ketika mengirim pesan padaku? Hanya sebagai bagian dari keisengannya? Kebosanannya? Atau karena aku ini teman wanitanya? Atau karena kemarin malam aku membentaknya karena tidak mempedulikanku?

Aku hanya melihat pesan itu, tanpa sedikitpun bernafsu untuk membalasnya.

33d9d5bf11906ba9826108e8fe71c7c5

Saat Diriku yang Lainnya Berkata..  

Aku memandang cermin yang memantulkan bayangan wajahku. Sejenak, ku singkirkan cermin itu. Aku menghela nafasku. Ku ambil cermin itu kembali. Masih tak dapat ku pamerkan senyum di wajahku. Aku terlihat sangat kusut. Tak ada rona bahagia yang terlukis di wajahku. Beberapa jam ini, aku terus cemberut. Segala cara sudah ku kerahkan untuk mengembalikan kebahagiaanku, tetapi semuanya sia-sia.

Ku rebahkan badanku di atas tempat tidur. Berusaha untuk tidak memikirkan hal-hal aneh yang membuatku mudah cemas. Ah, rasanya, aku sudah tak tahan!

Hal apakah yang membuatku tidak bahagia? Justru jawabannya sangat sederhana. Aku tidak bisa mengendalikan suasana hatiku, emosiku, dan keegoisanku. Aku merasa aku manusia yang hina. Terlalu banyak hal-hal buruk yang menetap dalam diriku.

Sebagian diriku berkata, “Tahanlah sebentar, tahan emosimu, belajarlah untuk percaya padanya”.

Berbeda dengan diriku yang lainnya, “Kau tau, dia selalu ada, tetapi mengapa dia tidak kunjung membalas pesanmu? Mungkin saja dia marah padamu, bosan padamu, kau kan memang perempuan yang sangat menganggu”

“Bodohnya! Hanya kau yang sayang padanya, hanya kau yang cinta padanya, tetapi dia tidak! Dia hanya mempermainkanmu!”, aku melihat diriku yang lainnya lagi, sangat murka kepadaku.

“Ica, dengarkan kata hatimu. Dia peduli padamu, dan mungkin saja sayang padamu, tetapi inilah dia. Hanya saja dia tidak terbiasa mengutarakannya secara langsung. Berilah dia waktu untuk dirinya sendiri”

“Kau masih mendengarkan si baik itu?! Pakai logikamu! Jelas-jelas kau tau bahwa dia masih membuka matanya! Dia belum tidur! Kau lihat status itu? Dia hanya sengaja membiarkanmu! Membiarkan pesanmu tidak terbaca! Dia tidak peduli kepadamu! Dia tidak sayang kepadamu!”

“Ica, kami juga bagian dari dirimu. Tolonglah, sekali ini saja, kau percaya padanya. Ayolah..”

Berbagai suara ku dengar dan semakin riuh berkecamuk di dalam diriku. Aku hanya bisa terdiam. Sesekali, ku pandangi lagi wajahku di cermin. Mungkin saja bayanganku bisa membuatku tersenyum? Ah tidak, justru bayangan di cermin itu sama buruknya dengan keadaanku sekarang ini.

Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus percaya padanya? Atau.. diriku yang lain itu benar, bahwa logikaku sudah lumpuh? Dia hanya mempermainkanku?

Rasanya, aku ingin berteriak!

Hei, kau!! Ya, kau yang di sana!! Aku cinta padamu!!

Tetapi, yang ku lakukan hanyalah.. mengunci bibirku rapat-rapat. Membuat diriku seolah-olah orang yang bisu. Ingin rasanya ku lakukan sesuatu tapi aku hanya diam membatu.

sad-girl

What Will You Do If You Have “The Other Mother”?; Coraline Movie Review

1

Sebagai anak perempuan satu-satunya di rumah, jujur aja sih, gue lebih enak main sama papa dibandingkan dengan mama. Wajar juga kalo anak perempuan lebih deket ke bapaknya, tapi bukan berarti musuhan juga dnegan orang tua perempuan dong. Mungkin karena jenis kelaminnya sama-sama perempuan, jadi terkadang ada aja hal-hal yang bikin ngga sreg. Ternyata bukan Cuma gue aja yang punya masalah kayak gitu, tapi juga si Coraline!

Yak, betul banget, kali ini gue mau ngeriview film lagi. Gue memang hobi banget nonton film (dan biasanya gue tonton berulang-ulang) apalagi yang terkesan rada horor atau dark atau aneh gitu deh (contoh lainnya selain fil Coraline, film favorit gue yang utama adalah Alice in Wonderland). Setelah gue juga udah hatam nonton film Coraline berulang kali, tibalah saatnya kali ini gue me-review film yang satu ini~! Hohoho.

coraline

Coraline ini awalnya berasal dari salah satu novel yang ditulis oleh om Neil Gaiman atau nama lengkapnya Neil Richard MacKinnon Gaiman.

Kyle-cassidy-neil-gaiman-April-2013

Om Neil yang udah nulis novel Coraline

photo-74

Penampakan novel Coraline! ada yang tau beli novel original english-nya dimana??

3

di awal film, ada tulisan “Based on the novel by Neil Gaiman”

Gue belum pernah baca Coraline versi novelnya sih, ngga tau juga ya di toko buku ada yang versi original english atau ngga. Kalo untuk filmnya sendiri, film Coraline ini berhasil nyabet tiga penghargaan; Annie Awards, Academy Awards, dan Golden Globe.

Cerita

4

di awal cerita, udah ada si Other Mother yang lagi bikin boneka Coraline

Film Coraline ini mengisahkan kehidupan si Coraline Jones. Coraline adalah anak yang sedikit keras kepala, banyak akal, agak sedikit manja. Coraline baru aja pindah ke Pink Palace Apartmen, yang sebelumnya dia tinggal di derah Pontiac, Michigan. Coraline anak satu-satunya di keluarga itu. Ayah dan ibunya sibuk dengan pekerjaan mereka, sedangkan si Coraline, yang baru aja pindah rumah dan ngga punya kakak/adik, ngerasa bosan sendirian. Akhirnya, dia pun main keluar dan bertemu dengan Wybie Lovat, cucu dari si pemilik apartemen. Di awal cerita pun, banyak yang janggal karena ucapan si Wybie bahwa neneknya jarang banget mau menyewakan apartemennya untuk pasangan yang sudah memiliki anak. Nah loh! Pasti di kelanjutan ceritanya, bakalan terjadi sesuatu dengan si anak-anak tersebut kalo berani tinggal di apartemen nenek Wybie.

2

Apartemen yang baru ditempatin Coraline dan keluarganya

coraline-720177

Coraline yang cantik banget🙂 suka perpaduan warna biru rambutnya dan warna kuning jas hujannya!

Untitled

Coraline pas pertamakali ketemu Wybie

5

Si kucing hitam yang nantinya bakalan ngebantu Coraline ngebasmi si Other Mother

Di suatu pagi hari yang basah karena hujan, si Wybie ngirimin boneka yang miriiipp banget sama Coraline. Boneka itu berambut pendek dan berwarna biru, memakai jas hujan dan sepatu boots berwarna kuning, persis banget dengan Coraline. Wybie iseng ngirimin boneka ke Coraline karena dia juga tiba-tiba aja ngedapetin boneka itu ada di rumahnya. Ayah dan ibu Coraline masih super duper sibuk dengan pekerjaannya dan ibunya semakin ngomel karena Coraline banyak bercerita, si Coraline akhirnya ditugasin ayahnya mengeksplorasi seisi rumah (yang menurut gue itu rumah antara angker atau terlalu tua). Pas dia lagi bereksplorasi mengitari rumahnya, dia nemuin pintu kecil. Pintu yang Cuma bisa dimasukin sama anak-anak aja (menurut pendapat gue begitu. Akhirnya si Coraline pun merengek ke ibunya, minta pintu itu dibukain. Setelah dibuka… JENG JENGGG!!! Ngga ada apa-apanya, Cuma ada batu bata sebagai penghalang aja. Coraline pun kecewa.

6

Di malam hari, Coraline bermimpi bertemu dnegan seekor tikus berekor panjang. Tikus itu pun seperti berusaha membawa Coraline menuju pintu kecil yang ada di ruang tamu rumahnya. Tikus itu masuk ke dalam pintu kecil. Coraline pun penasaran dan akhirnya membuka pintu kecil itu DAAAANNNN akhirnya terbentanglah jalan untuk menuju ke ruangan di ujung pintu kecil itu.

7

Setelah si Coraline memasuki pintu kecil, dia tiba di ruangan yang sama persis dengan ruang tamu di rumahnya, hanya saja, mungkin dengan kesan yang lebih “bagus” dibandingkan dengan rumah aslinya. Coraline mencium aroma masakan dan dia menuju dapur. Di sanalah Coraline bertemu dengan The Other Mother untuk pertamakalinya. Ada sesuatu yang janggal lagi, The Other Mother tersebut memang mirip dengan ibunya, tetapi matanya terbuat dari KANCING!!! Ya, kancing baju yang seharusnya dipakai di baju! Coraline sedikit terkejut tapi dia justru ngga takut sama sekali.

14

Look at that button eyes!! 0_0

Bagian yang selanjutnya adalah ketika dia bertemu dengan The Other Father yang lebih kece apabila dibandingkan dengan ayah aslinya. Ayahnya Coraline ngga mengerjakan tugas-tugas coding di komputer lagi, tapi jutsru pandai bermain piano! Wow! Coraline merasa aneh tetapi dia cukup terkesan, apalagi dengan nyanyian yang The Other Father nyanyiin untuk dia.

15

Making up a song about Coraline

She’s a peach, she’s a doll, she’s pal of mine

She’s cute as a button in the eyes of everyone

Who ever laid their eyes on Coraline

When she comes around exploring

Mom and i will never, ever make it boring

Our eyes will be on Coraline

 

Sesudah pertemuan Coraline dengan The Other Father, Coraline pun diajak makan (dan gue ngga tau ya makanan yang dimakan Coraline itu makanan asli atau palsu, karena si other mother-nya kan monster -_-)

8

Dunia asli tempat Coraline hidup dan dunia yang berusaha diciptakan oleh si The Other Mother, memang mirip banget. Bedanya Cuma di negri “khayalan” tersebut, semua hal jauh lebih menyenangkan dan menarik sesuai dengan harapan Coraline. Awalnya, Coraline ngga sadar bahwa dunia “khayalan” tersebut, justru membawa malapetaka! Di puncak cerita, Coraline sedih karena ayah dan ibunya yang asli menghilang! Kalo mau tau lebih banyak lagi, coba nonton sendiri deh dan rasakan sensasinya~!😀

11

Taman bunga yang sengaja dibikin oleh The Other Mother

13

Dunia yang dirangkai oleh The Other Mother, cuma sebatas lingkungan rumah Coraline aja, selebihnya kosong!

12

Wajah asli The Other Mother

Film

Gue cukup terkesan dengan film animasi stop motion ini. Kebayang deh pastinya butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan film Coraline ini. Hal yang gue sangat suka dari film ini adalah.. makanannya itu keliatan real banget loh!!! Hmmm yummy!! Bikin gue laper deh setiap nonton film ini! Apalagi banyak banget part pas si The Other Mother masak makanan buat Coraline!

Amanat dalam Film Coraline

Seperti yang sudah gue bilang sebelumnya bahwa anak perempuan terkadang suka ngga sreg dengan ibunya sendiri. Akan tetapi, walau bagaimanapun, beliau adalah ibu kita sendiri. Beliau juga manusia, dan manusia pasti punya aja kekurangan di beberapa hal. Bisa dilihat dari film Coraline. Ibu Coraline ini ngga memenuhi standar si Coraline. Coraline lebih berharap bahwa ibunya bisa memasak makanan enak untuknya setiap hari, mengajaknya bermain, membelikan pakaian yang disukai, berkebun dan ngga takut dengan lumpur, dan lain sebagainya. Justru semua hal yang Coraline inginkan, ada di karakter si The Other Mother. Begitu juga dengan tokoh the other father, another Wybie, maupun tetangga-tetangganya seperti Mr. Bobinsky, Mrs. Spink dan Mrs. Forcible.

9

Coraline with Mr. Bobinsky

10

Mrs. Spink and Mrs. Forcible

Memang enak banget kalo kehidupan kita bisa sesempurna seperti yang kita inginkan, tetapi kalau ternyata hanya membawa bencana saja? Bertemu dengan monster? Orang tua asli kita diculik? Kita dipaksa hidup selama-lama-lamanya dengan si monster dan harus menukar mata kita dengan kancing baju??? Hiii.. ngga banget deh!

So, kalian masih kepengen punya The Other Mother seperti Coraline???

maxresdefault

“Oh, my twitchy-witchy girl. I think you’re so nice. I give you bowls of porridge, and i give you bowls of ice cream. I give you lots of kisses. And i give you lots of hugs. But i never give you sandwiches with grease and worms and mung beans”, said The Other Mother

Lapar

starving-yourself

 

Manusia makhluk yang sempurna

Secara fisik, lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya

Manusia memiliki akal dan perasaan

Tubuh manusia pun lebih kompleks dibandingkan dengan makhluk lainnya

Oh, betapa indahnya terlahir sebagai manusia!

 

Tertulis di buku

Manusia memiliki lima indera, tetapi

Aku memiliki telinga yang separuh lagi sepertinya akan tuli

Aku memiliki mata yang tidak bisa melihat benda-benda dengan jelas

Aku memiliki lidah tetapi bagiku smeua rasa makanan sama saja

Aku memiliki hidung

Ya! Bagian tubuh inilah yang sangat menggangguku

 

Semua makanan rasanya sama

Aku kesulitan membedakan makanan enak atau tidak

Yang jelas, aku sangat peka dengan indera penciumanku ini

Jangankan makanan, bau setiap manusia pun aku dapat membedakan

 

Tidak terkesan sama sekali dengan kemampuan ini

Aku sangat peka terhadap wewangian apapun

Termasuk wewangian makanan

 

Seringkali aku terjaga di pagi buta

Mimpiku tergulung tiba-tiba

Aku mencium wangi masakan

Perutku pun menari tidak karuan

 

Lapar, itulah yang ku rasakan setelah mencium aroma masakan

Indah, aku hanya butuh mencium aroma masakan itu!

Jangan sampai makanan itu masuk ke tubuhku

Nanti tubuhku kalah berlekuk dengan biola!

 

Diriku yang lain pun memarahiku

“Bagaimana kau bisa menahan lapar?”

“Cukupkah hanya dengan mencium aroma masakan?”

“Tanpa secuil pun memasukan sesuatu ke dalam perutmu?”

 

Aku memarahi diriku yang sombong itu

Aku dapat menahan rasa laparku

Aku ingin menjadi sempurna!

Aku ingin bisa menggapai hati sang pujaanku!

 

“Bodohnya manusia yang satu ini”

“Kau tak lihat banyak gelandangan yang kelaparan?”

“Mengais sampah layaknya mencari permata”

Diriku yang lainnya membentak marah padaku

 

Ku bayangkan orang-orang miskin itu

Tidak ada uang, daun pun dimakan

Tidak ada pakaian, karung pun dipakai

Tidak punya rumah, kardus pun dirangkai!

Aku memandangi diriku sendiri

Jahat sekali aku ini

Berusaha menahan lapar hanya demi sang pujaan hati

Merasa kenyang hanya dengan mencium aroma nasi

 

Berkaca aku di depan cermin

Oh, betapa kurusnya tubuhku, betapa pucatnya!

Aku tak lebih seperti hantu

Lain kali ku berjanji, tak akan menahan lapar lagi